Pendidikan & Kesehatan

ASN Pamekasan Diinstruksikan Rapid Test

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negera (ASN) di lingkungan Pemkab setempat, agar melakukan tes cepat alias rapid test sebagai bentuk deteksi dini pencegahan penyebaran Coronovirus Disiase 2019.

Instruksi tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan dini, sekaligus memastikan berbagai kemungkinan adanya penyebaran Covid-19 khususnya di kalangan abdi negara. Sehingga pelaksanaan rapid test dinilai sebagai salah satu upaya konkrit dan antisipatif.

“Langkah ini kami lakukan sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan (atas penyebaran Covid-19), selain itu juga bentuk deteksi dini kemungkinan adanya ASN di lingkungan Pemkab Pamekasan yang terpapar Covid-19,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, Senin (4/1/2021).

Pihaknya menilai rapid test sebagai salah satu upaya menemukan beragam gejala seorang terpapar Covid-19 atau tidak. “Berdasar hasil rapat koordinasi Tim Satgas Covid-19 di Pemprov Jatim, sekitar 30 persen pasien positif terpapar Covid-19 meninggal dunia karena terlambat dalam penanganan medis,” ungkapnya.

“Dari itu, kami berencana segera melakukan koordinasi dan meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, untuk mengatur jadwal pelaksanaan rapid test untuk para ASN di lingkungan Pemkab Pamekasan,” jelas bupati muda yang akrab disapa Ra Badrut.

Seperti diketahui, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan juga ada yang dinyatakan terpapar Covid-19. Di antaranya Direktur RSUD dr Slamet Martodirdjo, dr Farid Anwar, Pelaksana Tugas (Plt) Disparibud, Nurul Widiastutik, termasuk Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e yang sempat dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 berdasar hasil swab test.

Sementara Pemkab Pamekasan, juga menggagas dan membentuk Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan, dengan melibatkan sejumlah instansi di wilayah setempat. Bahkan mereka juga gencar melakukan melakukan razia yang diberi nama Operasi Yustisi.

Bahkan operasi yang digagas dalam rangka menerapkan protokol kesehatan (prokes), juga dilakukan sebagai upaya penegakan disiplin prokes khususnya bagi para pelanggar. Bahkan para pelanggar juga mendapatkan sanksi administrasi maupun sanksi sosial.

Berdasar update sebaran Covid-19 Pamekasan, terdata sebanyak 797 orang di Pamekasan dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Meliputi sebanyak 547 orang dinyatakan sembuh, 65 orang meninggal dunia, sisanya dalam tahap perawatan dan isolasi. [pin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar