Pendidikan & Kesehatan

APVI Tunjukkan Manfaat Vape dari Segi Ekonomi dan Kesehatan

Dr Arifandi Sanjaya menerangkan hasil foto rontgen mantan perokok aktif yang beralih ke vape di pameran Rontgen Wall Decoration.

Surabaya (beritajatim.com) – Vape atau yang lebih dikenal sebagai rokok elektrik memang banyak digemari, tetapi tidak sedikit juga yang mempertanyakan dampak media penggunaannya dan manfaatnya secara luas. Terkait hal itu, APVI (Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia) wilayah Jawa Timur, menggelar Vape Movement Jatim bertajuk Future of Vape Industry.

Kegiatan ini me-highlight tentang pemberitaan mengenai korban kematian yang terjadi akibat vape. Menurut Humas APVI Jatim, Agung Subroto, penyebab dampak medical itu adalah vape ilegal yakni vape yang mengandung THC dan vitamin E asetat.

“Ini dari penelitian dari FDA dan CDC yang mengatakan bahwa Produk ilegal tersebut yang secara halus masuk ke dalam konsumsi masyarakat Amerika disebabkan juga karena legalnya THC dan CBD di sana,” ungkap Agung, Senin (25/11/2019).

Sedang di Indonesia, keberadaan kandungan berbahaya tersebut dilarang dan melarang beredarnya narkoba dan sejenisnya, sebenarnya memiliki peluang yang sangat kecil untuk penyalahgunaan semacam ini.

Menurutnya, kekhawatiran yang didasari atas penggunaan di bawah umur tidak perlu lagi dijadikan risau. Karena sejak berdirinya APVI jelas sekali semangat yang ingin dibawa adalah sebagai produk alternative pengganti tembakau yang hanya dikhususkan untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas. “Semangat dan integritas ini tidaklah luntur dan pada akhirnya kami tuangkan ke dalam sebuah Kode Etik,” tegasnya.

Selain itu Vape yang sejak diresmikan lewat aturan fiskal dalam hal ini dengan dikenakan tarif cukai sebesar 57%, secara tak langsung memiliki semangat membangun negeri ini lewat sumbangannya. Industri ini sangat memiliki potensi pertumbuhan yang besar, bahkan dalam laporan Bea dan Cukai kami sudah menyumbangkan sebesar 700 Miliar rupiah sejak awal cukai berlaku.

Peluang untuk menambah devisa negara lewat ekspor juga sangatlah besar mengingat uniknya citarasa yang sanggup dihasilkan oleh para produsen lokal kita mampu menembus selera dan citarasa penikmat vape di mancanegara.

Industri tembakau yang selama ini juga diatur lewat PP 109 2012 selama ini sudah memiliki daya ikat yang cukup baik. Rencana pemerintah lainnya yang berkenaan dengan memasukkan rokok elektrik ke dalam aturan tersebut bisa dijadikan salah satu sikap baik yang ingin sekali kami kawal. Pengawalan ini dimaksud dengan tujuan untuk memisahkan Vaping ke dalam sebuah aturan yang jauh lebih komprehensif dan tepat guna.

Sebuah aturan alangkah baiknya menurutsertakan elemen-elemen yang diatur. Dalam hal ini kami merasa elemen pengusaha dan pengguna sangatlah perlu dimasukkan ke dalam ruang diskusi dalam pembentukannya. Demi semangat membangun negara ini Humas APVI Jatim, Agung Subrotokami merasa memerlukan sebuah kebijakan yang sangat tepat dan tidak hanya didasari oleh ketakutan dan kecurigaan. “Kami sangat terbuka untuk duduk bersama dengan pemerintah demi menjaga negara kita tercinta ini dan membangunnya ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini pula, dipamerkan ratusan foto rontgen dari mantan perokok aktif yang berubah haluan menjadi vaporizer. Upaya ini menjadi langkah para vaporizer untuk menyikapi kontroversi mengenai kehadiran vape atau rokok elektrik.

Dr Arifandi Sanjaya, pemakai rokok elektrik mengungkapkan ratusan foto rontgen ini membuktikan bahwa mengonsumsi rokok elektrik dapat memberikan dampak kesehatan yang lebih baik bagi perokok tembakau. “Kalau mau membandingkan hasil rontgen vaporizer yang dulunya merokok tembakau, pastinya flek di dadanya jauh lebih berkurang,” ujar dokter asal Bandung yang ikut hadir dalam Vape Movement Jatim di Kapin Restaurant. [adg/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar