Pendidikan & Kesehatan

Apotek Hingga Distributor di Mojokerto Kehabisan Masker dan Hand Sanitizer

Mashudi saat menata sisa stok masker. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Meski World Health Organization (WHO) mengingatkan masyarakat dunia bahwa masker hanya digunakan untuk orang yang sakit, namun sejumlah apotek dan distributor di Mojokerto kehabisan stok masker dan hand sanitizer.

Distributor masker di Mojokerto, Mashudi (40) mengatakan, ia merupakan Distributor masker untuk wilayah Mojokerto-Jombang-Bojonegoro. “Satu bulan dikirim 40 karton dari kantor cabang di Gedangan, Sidoarjo. Kalau ada kiriman, dikirim ke rumah,” ungkapnya, Selasa (23/2/2020).

Mashudi menjelaskan, rumahnya di Jalan Pendidikan, Kelurahan Pulo Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto digunakan sebagai kantor. Sehingga saat mendapatkan kiriman 40 karton masker, stok masker ada di rumahnya.

“Biasanya kalau datang ya numpuk-numpuk. Untuk 1 karton isi 40 box, untuk 1 box isi 50 biji. Biasanya saya jual dengan harga antara Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per box, tapi saat ini stok tidak ada harganya Rp130 ribu per box itu yang 2 ply. Dua lapisan,” katanya.

Menurutnya, setiap hari ada tiga sampai lima sales yang datang untuk mengambil dan dikirim ke agen dan toko di tiga kota wilayahnya. Yakni Mojokerto, Jombang dan Bojonegoro. Namun saat ini, tidak ada kiriman kantor cabang Sidoarjo.

“Info kantor, sejak 4 minggu ini tidak ada kiriman. Sekarang susah cari masker, tidak bisa stok sampai cari ke toko-toko kecil. Di agen tidak ada, di tempat lain sama saja. Seperti di Lamongan, Tuban tidak ada. Kalau ada harganya mahal,” ujarnya.

Karena di kantor cabang Sidoarjo tidak ada kiriman, ia pun mencoba mencari di tempat lain. Di toko kecil, harganya melambung yakni Rp15 ribu untuk lima masker. Tidak adanya stok masker di tempatnya tersebut sejak virus corona ramai sehingga masyarakat banyak yang mencari.

“Saat ini malah beli karena tidak ada stok. Ya mandeg karena tidak ada barang. Kurang tahu, masing-masing penjual tidak jual malah beli di outlet dan ecer. Biasanya distribusi, sekarang beli dan dijual lagi sehingga harga menjadi malam,” jelasnya.

Sejumlah apotek di Kota Mojokerto juga mengaku kehabisan stok masker dan hand sanitizer. “Tidak ada, stok kosong. Ya sejak ada virus corona,” tambah salah satu pegawai apotek di Jalan A Yani Kota Mojokerto.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar