Pendidikan & Kesehatan

Aplikasi Stunting Mahasiswa Unair Raih Penghargaan di Malaysia

Surabaya (beritajatim.com) – Stunting pada balita menjadi sorotan utama di Indonesia. Terlebih lagi menurut riset tahun 2013, prevalensi stunting balita di Indonesia mencapai angka 37,8 persen.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Farissa Riski Rahmadona mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (FST UNAIR) menciptakan aplikasi untuk mendeteksi stunting pada anak. Aplikasi tersebut diberi nama “Expert System Detecting Stunting in Children Using Certainty Factor Method : A Web Based Application”.

Farissa menuturkan, aplikasi tersebut berupa sistem pakar dimana pakar langsung dari dokter anak. Selain itu, output-nya pengguna sistem dapat mengetahui kondisi stunting pada anak dengan cara yang cepat dan tepat.

“Bentuk inovasinya saya buat sistem pakar dimana pakarnya ini langsung dari dokter anak. Dari pengetahuan pakar, saya buat rule untuk mendeteksi stunting pada anak. Outputnya, pengguna sistem bisa mengetahui kondisi stunting pada anak dengan cara yang cepat dan tepat,” jelas mahasiswa tingkat akhir tersebut.

Dalam prosesnya, pembuatan aplikasi tersebut bekerja sama dengan posyandu di Kota Bontang untuk pengambilan data. Sementara pakar dokter anak berasal dari rumah sakit Wahab Sjahranie, Bontang. Kota Bontang dipilih karena persentase stunting yang masih tinggi.

Farissa menyampaikan bahwa dalam prosesnya, materi menjadi salah satu kesulitan. Hal itu karena latarbelakang studi yang berbeda dengan materi yang diambil.

“Kesulitannya karena saya bukan orang medis, saya harus belajar istilah permasalahan gizi anak,” ujar mahasiswa Sistem Informasi tersebut.

Farissa berharap ke depan aplikasi tersebut dapat dikembangkan dan dapat menghasilkan hasil yang akurat. Serta, berguna untuk mendeteksi stunting pada anak lebih cepat dan tepat.

“Karena kondisi stunting yang terlambat diketahui akan memiliki dampak yang buruk untuk perkembangan anak,” tambahnya.

Selain itu, aplikasi tersebut juga menghantarkan Farissa mendapatkan silver award dalam ajang International Exhibition of Research, Idea & Innovation on Creative and Humanizing (ie – RIICH’19) bertempat Convention Hall, Level 5 E-Learning, Sultan Abdul Jalil Shah Campus (KSAJS), Sultan Idris Education University (UPSI), Malaysia. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar