Pendidikan & Kesehatan

Aplikasi Kakidiabet Indonesia Buatan Dokter Unair, Solusi Tekan Tingginya Diabetes

Surabaya (beritajatim.com) – Lembaga Pengembangan Bisnis dan Inkubasi (LKBI) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berhasil membuat dan mengembangkan aplikasi dibidang kedokteran yang disebut ‘KakiDiabet Indonesia’.

Aplikasi ini digagas oleh dr Niko Azhari Hidayat, Sp BTKV merupakan aplikasi yang bersifat promotif preventif untuk pasien maupun masyarakat umum yang tertarik dengan penanganan dan pencegahan penyakit diabetes mellitus.

“Jadi aplikasi ini adalah telemedicine yang sudah banyak dipakai oleh dunia medis dunia, dimana pasien dapat langsung berinteraksi dengan dokter melalui daring,” kata dr Niko.

Aplikasi Kakidiabet Indonesia ini berisikan berbagai artikel informatif mengenai diabetes mellitus. Selain itu dalam aplikasi ini juga terdapat layanan life chat yang memungkinkan user untuk berkonsultasi mengenai luka kaki akibat diabetes mellitus serta layanan remainder atau pengingat kondisi kesehatan pasien.

“Jadi ada layanan yang kami unggulkan yaitu, remainder. Setiap user yang login akan menuliskan data diri dan mendapat riwayat kesehatan dari hasil live chat dengan dokter, nah layanan remainder ini akan mengingatkan user jika waktu kontrol tiba. Seperti pengingat rutin jadwal cek kolesterol, cek darah dan sebagainya,” terang dr Niko yang ditemui saat Launching Kakidiabet Indonesia, Kami (14/11/2019).

Aplikasi ini pun berhasil mendapatkan penghargaan terbaik ke II kategori ICT Kesehatan Sub-Kategori Potential Newbie oleh INDOICT Innovation Award 2019. DR Niko pun mengatakan dibuatnya aplikasi ini untuk menekan angka penderita dan angka kematian diabetes.

“Diabetes merupakan salah satu penyakit dengan resiko kematian terbesar di dunia apalagi di Indonesia, harapannya dengan hadirnya aplikasi ini yang bersifat promotif preventif dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang diabetes. Semakin memahami penyakit diabetes semakin mudah proses penanganan penyembuhannya. Pasien atau user menjadi tahu apa yang harus dilakukan, sejauh mana penyakitnya berkembang dan sebagainya,” ungkapnya.

Aplikasi yang promotif preventif dibuat untuk menyasar tidak hanya penderita diabetes tetapi juga masyarakat umum untuk lebih peduli dan sadar akan penyakit diabetes mellitus. Selain itu kedepannya aplikasi ini akan menyediakan layanan home care untuk pasien yang membutuhkan.

“Akan ada layanan home care, jadi kami sedang menyiapkan dokter dan perawat yang kompeten di diabetes sehingga nanti user dapat melakukan kontrol langsung dengan dokter dan mendapatkan visitasi, jadi mudah sekali mendapatkan pemantauan dokter,” pungkasnya. [adg/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar