Pendidikan & Kesehatan

APD Langka, RS Negeri/Swasta Hingga IDI Cabang Mojokerto Buka Donasi

Ketua IDI Cabang Mojokerto, dr Rasyid Sulaiman. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Penyebaran virus corona (Covid-19) yang menunjukkan trend kenaikan di tingkat nasional menyebabkan Alat Pelindung Diri (APD) yang terus menipis. Akibatnya sejumlah Rumah Sakit (RS) baik negari maupun swasta di wilayah Mojokerto mulai melakukan penggalangan donasi APD bagi tenaga kesehatan.

Saat ini, hampir seluruh fasilitas kesehatan di wilayah Mojokerto kekurangan APD, tak terkecuali RS milik pemerintah daerah setempat. Sejumlah pamflet digital berisi penggalangan donasi APD dikeluarkan pihak RS mulai tersebar di grup-grup Whatsapp (WA) dan media sosial (medsos).

Dalam paflet tersebut diinformasikan jika, pihak RS membutuhkan donasi sejumlah APD dari masyarakat. APD yang digalang dari masyarakat tersebut berupa masker bedah, masker N-95, kacamata google atau face shield, sarung tangan disposible dan stiril, hamzat suit atau baju pelindung, disinfektan, hand sanitizer, alkohol 96%, shoes cover, multivitamin serta kebutuhan pendukung lainnya.

Direktur RS Kamar Medika, dr Rambo Garudo membenarkan jika sejumlah RS membutuhkan donasi APD. “Benar, memang hampir seluruh rumah sakit di Kota maupun Kabupaten Mojokerto saat ini sedang menggalang donasi APD dari masyarakat. Karena saat ini ketersediaan APD sudah sangat menipis akibat endemik Corona,” ungkapnya.

Masih kata dr Rambo, ini lantaran pihak RS di Mojokerto kesulitan mendapatkan APD karena stok barang di distributor kosong. Saat ini, APD menjadi barang yang langka sejak pandemi Covid-19 di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Tak hanya di daerah, provinsi dan pusat, lanjut dr Rambo, stok ADP menipis.

“Bukan kita tidak bisa beli tapi karena stok di pasaran sudah sangat langka. Yang menjadi kekhawatiran kita, kalau wabah ini tidak segera selesai kami harus prepare. Karena warga bisa datang ke rumah sakit manapun dan kita tidak tahu apa dia positif Corona atau tidak, sehingga tanpa APD sangat membahayakan tenaga medis,” katanya.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Mojokerto juga melakukan penggalangan donasi APD untuk tim medis. “Iya, kami memang sedang melakukan penggalangan donasi APD dari masyarakat. APD sangat sulit, masker saja kita kesulitan untuk mendapatkannya. Kalaupun adanya harganya sangat mahal dan tidak terkontrol. Baju Hazat juga susah, jadi jas hujan kita pakai,” kata Ketua IDI Cabang Mojokerto, dr Rasyid Sulaiman.

Masih kata dr Rasyid, satu boks masker saat ini harganya mencapai Rp300 ribu. Rencananya, hasil dari penggalangan APD nantinya akan didistribusikan ke petugas medis yang bersinggungan langsung dengan masyarakat. Karena petugas medis merupakan garda terdepan melawan penyebaran Covid-19.

“Utamanya, RS yang menjadi rujukan penanganan pasien virus Covid-19. Tapi yang juga tidak boleh kita lewatkan yakni petugas medis di RS swasta. Karena petugas kesehatan saat memeriksa ODP maupun PDP, ya harus menggunakan APD. Yang sadar ya datang ke RS rujukan, kalau yang tidak mau menyadari bagaimana. Kasihan kan anggota kita,” jelasnya.

Sulitnya mendapatkan APD ini membuat petugas kesehatan di rumah sakit swasta menjadi obyek yang rentan terpapar Covid-19. Meski kondisi darurat bencana, mereka harus menyiapkan APD sendiri sehingga IDI Cabang Mojokerto juga akan memprioritaskan mereka yang memiliki potensi besar terpapar virus Corona dalam penyaluran donasi APD.

“Kalau RS milik pemerintah saya kurang tahu, tapi kalau RS swasta mereka memang berusaha sendiri. Dan saat ini mereka sangat kesulitan untuk membeli APD karena memang langka sehingga kami membuka donasi itu. Terserah mau dari masyarakat, LSM, atau dari mana, nantinya bantuan itu akan kita distribusikan ke rumah sakit yang lebih urgent,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar