Pendidikan & Kesehatan

PPKM Surabaya

Aparat Gabungan Tata Kursi Hajatan di Ngagel Rejo

Petugas Gabungan Tat Kursi Hajatan di Ngagel Rejo, Selasa (12/1/2020)

Surabaya (beritajatim.com) – Petugas gabungan dari Kepolisian, Satpol PP, BPD Linmas Kota Surabaya bersama TNI  mendatangi sebuah hajatan pernikahan di kawasan Ngagel Rejo, Surabaya, Selasa (12/1/2021).

Bukan menggagalkan acara hajatan yang sudah direncanakan jauh sebelum pemberlakukan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Surabaya.

Namun para petugas ini justru memberikan solusi terbaik dalam acara hajatan tersebut. Solusi dengan memberikan aturan protokol kesehatan membuat tuan rumah memperoleh ‘angin segar’ karena tak perlu menghentikan total acaranya.

“Memang atas perintah pimpinan dan adanya komplain dari masyrakat bahwa ada hajatan di daerah Ngagel. Kita berikan solusi supaya tak terjadi krumunan dan membuat klaster baru virus Corona,” kata Pamdal Polrestabes Surabaya AKP Farida Aryani, Selasa (12/12/2021).

“Intinya saat ini sudah berjalan program PPKM. Kami tidak melarang untuk kegiatan. Tapi kami dari kepolisian dan rekan-rekan jajaran Satpol PP, Linmas hanya mengimbau untuk membatasi kegiatan,” lanjut Farida.

Farida menambahkan pihaknya mengimbau dalam hajatan tersebut harus tetap jaga jarak.

Sedangkan kuotanya hanya 25 persen dengan menata kursi. Langkah tersebut sesuai aturan pemerintah guna menghindari penyebaran virus. Tak hanya itu, buat tamu diwajibkan memakai masker dan tuan rumah harus menyediakan tempat cuci tangan dengan tatanan kursi mengedepankan jaga jarak.

“Sedangkan yang hadir secara bergiliran atau 25 persen yang boleh masuk. Untuk hajatan juga kita imbau untuk mematuhi jam sesuai PPKM,” paparnya.

Selanjutnya pemilik hajatan dilakukan pendataan dan disita KTP sesuai aturan yang berlaku. Bahkan saat petugas datang ada beberapa tamu memilih balik karena ada petugas. Tidak hanya itu, sound sistem juga diminta untuk dibongkar dan diganti yang kecil hanya untuk sekitar hajatan saja.

“Tetap yang punya hajat kami mintai KTP untuk administrasi. Jadi silakan tetap dengan protokol kesehatan, jaga jarak,” pungkasnya.(man/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar