Pendidikan & Kesehatan

Antisipasi Penularan dari Klaster Perkantoran, Begini Upaya Satgas Ponorogo

Sejumlah pegawai di lingkungan Pemkab Ponorogo terjaring operasi yustisi. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Ada pemandangan berbeda dalam operasi yustisi yang dilakukan satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo. Jika biasanya dilakukan di ruas-ruas jalan, kali ini operasi yustisi digelar di sekitar kantor Pemkab Ponorogo. Itu dilakukan setelah munculnya kluster perkantoran dari Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), khususnya di bidang pendapatan.

“Dari informasi yang kami terima, ada kluster kantor yakni BPPKAD, dimana satu pegawainya terpapar Covid-19 setelah mempunyai riwayat dari luar kota,” kata Kabid Ketentraman dan Penertiban dan Kebakaran (Timbumkar) Satpol PP, Siswanto, Rabu (2/12/2020).

Dengan operasi ini, diharapkan kluster perkantoran di BPPKAD tidak sampai menular ke kantor dinas lain. Pihaknya juga melakukan razia ke dalam ruangan. Temuannya, ada pegawai yang tidak mengenakan masker, padahal ruangan tersebut ber-AC.

“Operasi ini juga untuk mengukur tingkat kepatuhan ASN dalam mematuhi protokol kesehatan di lingkup kerjanya,” katanya.

Dalam operasi di lingkungan kantor Pemkab Ponorogo, satpol PP mencatat ada 21 pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Dengan rincian, yang dikenakan denda administratif sebanyak 18 orang. Sedangkan yang mendapatkan sanksi sosial ada 3 orang dan tidak ada teguran lisan.

“Denda yang harus dibayar dikisaran Rp50 ribu hingga Rp 250 ribu. Semoga dengan adanya operasi yustisi ini, pegawai lebih disiplin terhadap protokol kesehatan Covid-19,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus penambahan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih terjadi di Ponorogo. Baru-baru ini ada 12 kasus disumbang dari kluster perkantoran. Yakni hasil tracing kontak erat kasus konfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia beberapa hari yang lalu. Setelah dilakukan pengambilan swab untuk pemeriksaan PCR, semuanya dinyatakan konfirmasi Covid-19.

“Muncul kluster perkantoran, dari kluster tersebut sudah ada 13 kasus terkonfirmasi termasuk dengan pasien yang meninggal sebelumnya,” Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar