Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Antisipasi Omicron, Pekerja Migran Wajib Karantina di Isoter

Sekda Ponorogo Agus Pramono (foto/Dok.Beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kembali meningkatnya kasus Covid-19, membuat Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Ponorogo meningkatkan kewaspadaan. Terutama waspada dari paparan Covid-19 varian baru Omicron. Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono tidak ingin Omicron membludak seperti varian Delta yang terjadi pada pertengahan tahun 2021 lalu.

“Salah satu kewaspadaan yang kita lakukan adalah mengaktifkan kembali tempat isolasi terpadu (isoter) yang ada di jalan Trunojoyo Kelurahan Tambakbayan,” ungkap Agus Pram, Jumat (28/1/2022).

Sedikitnya akan ada 7 perawat yang akan bertugas di isoter tersebut. Selain itu juga dilakukan jadwal bergiliran untuk penjagaan keamanan. Petugasnya mulai dari anggota TNI, Polri, BPBD Ponorogo dan Satpol PP.

“Kita lihat perkembangannya dulu, sambil Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo melakukan penghitungan kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) jika isoter penuh,” kata Agus yang juga menjabat sebagai Plt Kadinkes Ponorogo.

Pengaktifan isoter ini juga tidak lepas dari antisipasi Pemkab jika kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI). Sebab bukan rahasia umum lagi, bahwa Ponorogo menjadi salah satu kantong pekerja migran di Indonesia. Sementara, penularan Covid-19 varian Omicron ini selalu dikaitkan dengan warga yang melakukan riwayat perjalanan dari luar negeri.

Pola kepulangan PMI kurang lebih sama seperti tahun lalu. Dimana, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo yang akan menjemputnya di Surabaya. Saat tiba di bumi reyog, para PMI ini akan kembali melakukan karantina lagi di isoter.

“Meski sudah menjalani karantina di Surabaya, kebijakan saat ini, pekerja dari luar negeri wajib menempati isoter di jalan Trunojoyo,” katanya.

Kebijakan tersebut, kata Agus sebagai langkah antisipasi Pemkab Ponorogo untuk kesehatan si PMI dan warga lainnya. Tentu, jika dikarantina di isoter akan mudah pantauannya. Sebab ada pengawasan dari nakes yang berjaga di situ. Penghuni isoter ini nantinya bakal menjalani rapid antigen setiap hari. Bagi PMI yang kondisi kesehatannya stabil, karantinanya tidak akan lama. Dan kegiatan atau aktivitasnya pun hanya berjemur dan melakukan olahraga ringan.

“Sebelum meninggalkan isoter, PMI ini nantinya akan menjalani PCR. Jika ada yang bergejala ya tetap menjalani karantina di isoter,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar