Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Antisipasi Hepatitis Akut, Dinkes Lamongan Tekankan RS dan Puskesmas Lakukan Hal Ini

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan dr Taufik Hidayat.

Lamongan (beritajatim.com) – Dengan merebaknya kasus misterius hepatitis akut yang terjadi di berbagai negara. Tentunya hal ini menjadi atensi dari berbagai pihak, tak terkecuali Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan.

Diketahui, bahkan hingga kini penyakit tersebut sudah muncul di wilayah DKI Jakarta dan merenggut 3 nyawa anak. Sehingga mencuatnya kasus ini membuat Dinkes Lamongan mulai melakukan tindakan pencegahan antisipasi terhadap penyakit yang terbilang misterius ini.

Kepala Dinkes Lamongan dr Taufik Hidayat mengungkapkan, hingga saat ini laporan kasus hepatitis akut misterius tersebut belum terjadi di Kota Soto. Meski begitu, pihaknya telah memberikan sosialisasi dan penekanan ke unit-unit rumah sakit dan puskesmas terkait hal tersebut.

“Sosialisasi ini tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) dan Dinkes Provinsi Jatim tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya,” ujar Taufik kepada beritajatim.com, Sabtu (7/5/2022).

Adapun sosialisasi tersebut, Taufik menyebutkan, berisi tentang tindakan cepat pada hepatitis akut serta pemantauan dan pelacakan yang harus dilakukan oleh karena seluruh rumah sakit (RS) dan puskesmas di Lamongan.

“Untuk pasien usia 16 tahun ke bawah bila ada gejala seperti diare berat, mual, muntah, mata kulit kuning, urine berwarna pekat, agar segera di-MRS-kan, dilakukan pemeriksaan laborat, diberi cairan dan obat yang membantu penyembuhan. Juga rutin diperiksa laboratorium DL dan LFT,” sebutnya.

Secara rinci, Taufik juga menekankan bagi puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan dini dengan memantau, melacak, menemukan sumber penularan, dan melaporkannya ke Dinkes Lamongan.

Kemudian memberikan Komusikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat melalui berbagai medan promosi serta membangun dan memperkuat jejaring kerja survelians dengan lintas program dan lintas sektor.

“Sedangkan RS agar meningkatkan kewaspadaannya melalui pengamatan semua kasus sindrom jaundice akut yang tidak jelas penyebabnya dan ditangani sesuai tata laksana serta dilakukan pemeriksaan laboratorium. Kemudian melakukan hospital record review terhadap kasus ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Taufik meminta kepada warga Lamongan, untuk waspada terhadap penyebaran hepatitis akut misterius. Salah satunya dengan menjaga dan menjalani pola hidup sehat dan bersih.

“Pencegahan paling dini dan awal yang bisa dilakukan, adalah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Hepatitis ini secara umum sama dengan hepatitis yang ada. Namun memang harus ada penekanan untuk lebih waspada,”

“Kami juga meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang. Bila ada yang bergejala awal (gastrointestinal) agar segera dirawat. Jangan nunggu muncul gejala berat (icterus). Apalagi sampai kejang dan koma, karena jika prognosanya jelek akan sulit di sembuhkan. Semoga penyebab kasus ini segera diketahui,” pungkasnya.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar