Pendidikan & Kesehatan

Anti Body dari Vaksinasi Terbentuk Setelah 28 Hari Penyuntikan Pertama

Ketua IDI Ponorogo, dr. Aris Cahyono saat melakukan vaksinasi di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo beberapa waktu yang lalu. (Foto/Endra Dwiono).

Ponorogo (beritajatim.com) – Vaksinasi Covid-19 di Ponorogo sudah dimulai pada hari Rabu (27/1) lalu. Pencanangan pertama dilakukan di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo. Sebanyak 13 orang yang terdiri dari 9 tokoh dan 4 perwakilan dari organisasi tenaga kesehatan (nakes) memulai vaksinasi tahap pertama di bumi reyog.

Tahap pertama ini, vaksinasi dilakukan kepada 3.850 nakes. Dilakukan di 41 fasilitas kesehatan (faskes) yang tersebar di wilayah Ponorogo yang ditunjuk atau dipercaya oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo. Vaksin Sinovac ini diklaim mampu membentuk imun tubuh, yang berguna melawan virus Covid-19. Namun, virus asal negeri Tirai Bambu itu harus memerlukan waktu tertentu untuk efektif bekerja membentuk imunitas tubuh.

“Vaksin Sinovac ini efektif bekerja membentuk antibody pada hari ke 12-13 setelah penyuntikan,” kata Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Sabtu (30/1/2021).

Supaya lebih meningkatkan anti body yang terbentuk dari penyuntikan vaksin pertama, maka pada 14 hari setelah penyuntikan pertama, dilakukan lagi vaksinasi untuk penyuntikan kedua. Sehingga bisa dibilang, 28 hari setelah penyuntikan pertama, anti body yang dibentuk sudah maksimal. “Jadi vaksin Sinovac itu disuntikan ke tubuh dua kali. Dengan selang waktu penyuntikan selama 14 hari,” katanya.

Sehingga Irin menghimbau setelah divaksin, nakes atau masyarakat nantinya masih patuh terhadap protokol kesehatan. Dengan tetap memakai masker, menjaga jarak dan sering-sering mencuci tangan. Sebab, anti body baru bisa bekerja maksimal pada 28 hari setelah penyuntikan pertama. “Tidak ada jaminan setelah divaksin sudah aman. Vaksin akan membentuk anti body secara maksimal setelah 28 hari sesudah penyuntikan pertama,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar