Pendidikan & Kesehatan

Angka Stunting di Kabupaten Malang Terus Menurun

Malang (beritajatim.com) – Angka stunting di Kabupaten Malang dalam beberapa bulan terakhir terus mengalami penurunan. Hal itu disampaikan langsung Bupati Malang HM Sanusi.

Menurut Sanusi pada awak media, jika dibanding beberapa tahun sebelumnya, angka stunting di Kabupaten Malang sudah menurun. Diharapkan dapat diturunkan lagi angka stunting tersebut.

“Dari kisaran 16 persen lebih, saat ini mencapai 12,6 persen,” ungkap HM Sanusi, Sabtu (7/3/2020) siang.

Kata Sanusi, saat ini angka stunting di Kabupaten Malang mencapai 12,6 persen dari 36.000 anak, atau sekitar 17.000 anak.

“Dari jumlah tersebut, kami berharap bisa diturunkan lagi. Kalau bisa jadi 6 persen,” jelasnya.

Sanusi melanjutkan dirinya berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bisa bersinergi dan melakukan terobosan baru agar dapat menekan angka stunting tersebut.

“Ada beberapa langkah. Pertama, anak yang stunting kita deteksi berapa jumlah sebenarnya. Baru kita lakukan tindakan. Kalau kurang gizi, kita tambah beri makanan gizi. Kalau karena air minum yang tidak memenuhi syarat, kita benahi. Tergantung diagnosanya untuk proses terapi,” tegas Sanusi.

Sanusi menambahkan, dirinya mengintruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk giat melakukan pendataan dan pemeriksaan pada bayi yang lahir ataupun yang belum lahir.

“Saat ini kami sudah bisa mendata secara langsung. Bisa dilihat dari lingkaran pergelangan tangan jika bayi sudah lahir. Jika belum juga bisa dideteksi sejak dini. Kalaupun ada Dinkes harus ambil tindakan,” pungkasnya. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar