Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Angka Kematian Ibu Hamil Positif Covid-19 di Jatim Naik 2 Kali Lipat , Begini Pedoman Isoman FK Unair

Surabaya (beritajatim.com) – Angka kematian ibu hamil di Jawa Timur selama pandemik Covid-19 meningkat dua kali lipat. Dalam satu semester ini, angka kematian ibu hamil ada adalah 620 orang.

“Sebanyak 50 persen diataranya disebabkan oleh Covid-19. Angka ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan angka kematian ibu per tahun yang sebanyak 520 orang. Atas alasan inilah, beberapa dokter FK Unair menyertakan pedoman isoman bagi ibu hamil yang positif Covid-19.

“Dengan edukasi ini, kami berharap bisa membantu pemerintah menurunkan angka kematian saat isoman, termasuk bagi ibu hamil,” terang Ketua Panitia Pelantikan Dokter Periode III Tahun 2021, dr. Mahendra Eko Saputro.

Ibu hamil merupakan kelompok masyarakat beresiko tinggi terpapar COVID-19. Namun seperti pasien Covid-19 yang lain, tidak semua ibu hamil positif Covid-19 harus dirawat di rumah sakit. Mereka bisa menjalani isolasi mandiri di rumah. Tentu jika mememenuhi syarat isoman dan tahu pedoman isolasi yang aman untuk ibu dan janinnya.

Dokter M. Ardian Cahya Laksana, Sp.OG(K)-Obginsos, M.Kes menuturkan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum ibu hamil melaksanakan isolasi mandiri di rumah. Pertama adalah mereka yang tidak bergejala serta memiliki gejala ringan antara lain, flu, anosmia, demam ringan dan pegal.

Ibu hamil yang boleh melaksanakan isoman adalah ibu hamil yang tidak memiliki resiko tinggi dengan komorbid maupun ada komplikasi medis seperti asma, penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal kronik, penyakit hati, disabilitas. Serta tidak memiliki HIV, TBC, penyakit autoimun atau yang mengalami obesitas.

“Ibu hamil positif Covid-19 yang beresiko tinggi sebaiknya menjalani isolasi di tempat khusus sehingga kondisinya dapat selalu terpantau oleh petugas. Baik di rumah sakit maupun sarana yang disiapkan oleh pemda,” terangnya.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil saat Isoman. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan ibu hamil yang menjalani isolasi mandiri. Pertama, mereka harus terpantau dan terhubung oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama setempat atau terdata oleh bidan daerah.

Segera berkomunikasi melalui telemedicine dengan petugas kesehatan jika timbul kencang atau kontraksi perut yang teratur, rasa menekan di perut bagian bawah, nyeri pinggang yang menetap, keluar cairan dari vagina yang lebih banyak dari biasanya, seperti lendir dan bercak darah.

Kedua, ibu hamil dengan Covid-19 yang menjalani isoman tidak boleh mengerjakan pekerjaan berat dan mengurangi stress karena resiko kelahiran prematur lebih tinggi.

“Untuk menjaga ibu hamil tetap rileks bisa melakukan yoga, peregangan dan tidur cukup dan batasi konsumsi media social terlalu sering,” tambahnya.

Selain itu, penuhi asupan nutrisi secara lengkap. Lengkapi dengan asupan vitamin antara lain Vitamin D 1000-5000 mg per hari, Vitamin C yang non acidic 500mg per 6-8 jam sekali (selama 14 hari) atau tablet hisap vitamin C 500 mg per 12 jam sekali (selama 30 hari).

Multvitamin yang mengandung Vitamin C sebanyak 1-2 tablet per hari (selama 30 hari) dan dianjurkan mengkonsumsi multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E dan Zink. Selain itu konsumsi tablet tambah darah juga penting sesuai dosis yang dianjurkan kemenkes. Suplementasi yang perlu ditekankan antara lain asam folat, zat besi, vitamin D dan kalsium.

“Jangan lupa untuk memperbanyak konsumsi air putih yakni 2,5 Liter per hari,” tambahnya.

Selain itu, lengkapi alat pemeriksaan suhu tubuh dan saturasi oksigen dan sebisa mungkin memberikan laporan harian kepada petugas kesehatan. Lakukan pemeriksaan sehari dua kali.
Yang tak kalah penting, perhatikan tanda perburukan. Seperti demam tinggi di atas 38 C, frekuensi nafas di atas 24 kali per menit, denyut nadi di atas 100 kali per menit, rasa berat nafas, sesak nafas dan berkeringat dingin. Perhatikan juga apakah dada berdebar atau ada tanda bahaya kehamilain lain seperti nyeri kepala, keluar air ketuban, keluar darah dan gerak anak berkurang.

Menghitung pergerakan bayi pada usia kehamilan diatas 20 minggu juga penting dengan cara menghitung 10 gerakan dari Cardiff. Caranya hitung gerakan bayi mulai jam 8 pagi. Jika 10 gerakan sudah didapat selama satu sampai dua jam, maka bayi maih dalam kondisi baik. Namun apabila sampai 12 jam atau sampai jam 20.00 malam belum didapatkan 10 gerakan maka segera lapor ke petugas.

“Terakhir, obati gejala-gejala simtomatik serta konsumsi antivirus jika perlu. Dengan catatan harus sesuai dengan resep dokter,” pungkasnya. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar