Pendidikan & Kesehatan

Angka Kasus Covid-19 di Pamekasan Terus Naik

Pamekasan (beritajatim.com) – Angka kasus pasien positif Coronavirus Disiase 2019 di kabupaten Pamekasan, belum terbendung dan terus meningkat, bahkan saat ini total pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif mencapai angka sebanyak 815 kasus. Badahal pada awal Oktober hingga November 2020 lalu, angka pasien positif yang menjalani perawatan dan isolasi berada di angka puluhan. Namun saat ini justru kembali naik menjadi ratusan dari total sebanyak 815 kasus pasien yang dinyatakan positif Covid-19. “Update hari ini kembali ada tambahan pasien positif Covid-19 baru, yakni sebanyak enam orang. Meraka berasal dari lima kecamatan berbeda, meliputi dua orang asal Pademawu, serta lainnya berasal dari Galis, Kadur, Pamekasan dan Tlanakan,” kata Dinkes Pamekasan, Akhmad Marsuki, Kamis (7/1/2021).

Sekalipun ada tambahan pasien positif baru, terdapat sebanyak tujuh orang pasien positif yang sempat menejalani perawatan intensif akhirnya dinyatakan sembuh. “Hari ini juga ada tambahan tujuh pasien sembuh, dua orang asal Pamekasan (Kota), tiga orang asal Tlanakan, lainnya asal Galis dan Proppo,” ungkapnya. Dengan tambahan tersebut, total pasien positif Covid-19 di kabupaten Pamekasan terdata sebanyak 815 orang. Meliputi sebanyak 172 orang dalam tahap isolasi, 65 orang meninggal dunia, serta sebanyak 578 orang lainnya dinyatakan sembuh. Sementara untuk status suspect terdata sebanyak 1122 orang, meliputi sebanyak 25 orang dalam tahap pengawasan, sebanyak 81 orang meninggal dunia, serta sebanyak 1016 orang lainnya dinyatakan selesai alias Negatif Covid-19. “Dari itu kami mengajak kepada seluruh masyarakat agar agar selalu waspada dan meningkatkan sikap disiplin menerapkan protokol kesehatan, yaitu dengan selalu menerapkan 3M, rajin cuci tangan, selalu memakai masker dan jaga jarak,” imbaunya. Guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di Pamekasan, pemerintah kabupaten setempat melaksanakan Operasi Yustisi sebagai upaya penegakan disiplin protokol kesehatan dengan melibatkan personil lintas instansi yang digelar sejak 14 September 2020 lalu. Bahkan dalam rentang waktu tersebut hingga hari ini, terdapat sebanyak 1.057 orang terdata sebagai pelanggar protokol kesehatan Covid-19. Meliputi 593 pelanggar dengan sanksi administratif, serta sebanyak 509 pelanggar dengan sanksi sosial. [pin]



Apa Reaksi Anda?

Komentar