Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Anggaran Kesehatan Gratis Hanya Bertambah Rp 9 M, DPRD Jember Khawatir

Budi Wicaksono, dalam sidang paripurna Perubahan APBD Jember 2022, 24 September 2022.

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, hanya mengalokasikan tambahan anggaran Rp 9 miliar untuk layanan kesehatan gratis dalan program J-Pasti Keren (JPK) pada Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2022.

“Ini tentu itu jauh dari kata cukup. Karena kalau menelisik anggaran SPM (Surat Pernyataan Miskin) tahun lalu yang menghabiskan Rp 60-70 miliar, sepanjang 2022 ini sejak program JPK dikumandangkan, anggaran yang dialokasikan total hanya Rp 48 miliar,” kata Siswono, juru bicara Fraksi GIB (Gerakan Indonesia Berkarya), dalam sidang paripurna pengesahan bersama Peraturan Daerah Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2022, di aula kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Sabtu (24/9/2022).

“Program sekeren apapun, apabila tidak diimbangi anggaran yang sesuai, maka pasti akan menuai persoalan di kemudian hari. Jangan sampai, karena alasan anggaran, akhirnya mengganggu pelayanan kesehatan untuk rakyat,” kata Siswono.

Fraksi GIB tidak ingin minimnya anggaran menjadi alasan. “Jangan sampai ada rumah sakit menolak pasien yang ingin menggunakan program JPK dari bupati ini,” kata Siswono.

Menurut Siswono, program tersebut memerlukan keseriusan dan kemampuan Dinas Kesehatan dan rumah sakit dalam melayani. “Ini agar layanan J-Pasti Keren benar-benar keren, bukan kaleng-kaleng. Apabila ada rakyat yang tidak mendapat layanan rumah sakit dengan baik, atau bahkan ditolak menggunakan program JPK, segera laporkan kepada kami. Ini adalah bukti keseriusan kami mendukung program bupati untuk rakyat. Kami tdak ingin, dengan alasan apapun persoalan rakyat terganggu karena pemimpin yang tidak mampu,” katanya.

Fraksi Partai Nasdem juga mengingatkan masalah anggaran kesehatan gratis ini. “Kami mengapresiasi bupati dengan Program J-Pasti Keren, yang menggratiskan pelayanan rawat inap kelas 3 di puskesmas dan rumah sakit untuk masyarakat miskin Jember,” kata Budi Wicaksono, juru bicara fraksi.

“Namun program J-Pasti Keren ini sebaiknya juga diperhitungkan dengan ketersediaan anggaran yang memadai, supaya tidak terlalu membebani anggaran di puskesmas dan rumah sakit pelaksana,” tambah Budi. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar