Pendidikan & Kesehatan

Anda Ingin Mengadopsi Anak? Ini Syaratnya

Kepala UPT PPSAB Dwi Antini Sunarsih [FOTO: Oryza A. Wirawan]

Jember (beritajatim.com) – Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Dinas Sosial Jawa Timur membuka peluang bagi masyarakat untuk mengadopsi salah satu anak terlantar yang tengah dipelihara negara saat ini.

Saat ini di panti milik UPT PPSAB ada 53 anak terlantar yang dipelihara negara. Tertua berusia sembilan tahun. Adopsi ini tak dipungut biaya. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon orang tua asuh. “Pertama, sudah menikah minimal lima tahun,” kata Kepala UPT PPSAB Dwi Antini Sunarsih, di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Jember, Selasa (9/3/2021).

Mereka harus berusia 30-55 tahun dan mampu secara sosial ekonomi. Calon orang tua angkat disyaratkan belum memiliki anak atau minimal memiliki satu orang anak. “Kemudian ada surat keterangan dari dokter kandungan, surat keterangan dari psikiater, surat keterangan sehat, surat keterangan bebas narkoba, surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian, KTP, kartu keluarga, dan surat nikah terlegalisir,” kata Antini.

Calon orang tua asuh juga disyaratkan membuat surat pernyataan siap menyampaikan asal-usul anak tersebut, memberikan pendidikan, asuransi, dan tidak boleh jadi wali anak perempuan, dan ada persetujuan dari orang tua calon orang tua angkat. “Keluarga besar (calon orang tua angkat) harus setuju. Kalau tidak setuju, tidak akan kami kabulkan,” kata Antini.

Baca Juga:

    Persetujuan keluarga besar dibutuhkan untuk mengantisipasi kesinambungan pengasuhan setelah orang tua angkat meninggal dunia. “Kalau keluarga besar setuju, pasti akan melindungi anaknya,” kata Antini.

    Menurut Antini, ribuan orang tua sudah mengajukan diri untuk mengadopsi sejak PPSAB berdiri pada 2009. “Tahun 2018, ada 300 lebih orang tua mengajukan diri. Tahun 2019, ada 507 orang tua. Tahun 2020, ada 324 orang tua yang mengajukan adopsi,” katanya.

    “Dalam satu tahun, kami hanya bisa melepas 24-25 anak setiap tahun. Tahun kemarin, kami hanya melepas 12 orang anak karena Covid,” kata Antini. [wir/ted]



    Apa Reaksi Anda?

    Komentar