Pendidikan & Kesehatan

Anak Nakes Tangani Covid-19 Dispesialkan, Daftar Sekolah Lewat Jalur Ini…

Kasi SMA/SMK Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo Eko Budi Santoso. (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Menjelang masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/SMK saat pandemi ini, ada kemudahan bagi anak dari tenaga kesehatan (nakes), khususnya yang menangani Covid-19. Ya, gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi kebijakan 1 persen dari jumlah pagu di masing-masing SMA/SMK di Jawa Timur untuk anak para nakes.

“Ini merupakan kebijakan dari Gubernur yang harus dijalankan oleh Dinas Pendidikan Jatim, yakni memberi pagu 1 persen untuk anak nakes yang menangani Covid-19 yang ingin melanjutkan SMA/SMK,” kata Kasi SMA/SMK Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo Eko Budi Santoso, Rabu (10/6/2020).

Pemberian pagu 1 persen untuk nakes yang menangani Covid-19 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi nakes yang saat ini berjuang untuk menyembuhkan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kuota itu juga berlaku untuk anak dari supir ambulan pengantar pasien Covid-19.

“Ini salah satu bentuk penghargaan untuk nakes maupun sopir ambulan yang selama ini menjadi garda terdepan penanggulangan Covid-19,” katanya.

Eko mengungkapakan di Ponorogo ada 544 pagu rombel untuk tingkat SMA. Nah, jika dikalkulasi 1 persen dari 544 itu adalah 36 anak. Jadi ada kuota 36 anak dari nakes yang bebas memilih masuk sekolah di 16 SMA Negeri di bumi di bumi reyog. Kebijakan serupa juga berlaku untuk SMK Negeri.

“Jadi pagu 1 persen untuk anak nakes yang menangani Covid-19 juga berlaku di tingkat SMK,” katanaya.

Eko menyebut pihaknya belum memperoleh secara spesifik dari Cabdindik Jatim tentang persyaratan dari anak nakes yang akan mendaftar PPDB lewat jalur itu. Namun pihaknya mensikapi bahwa nakes masuk dalam tim satgas penanggulangan Covid-19. Maka persyaratannya melampirkan surat keterangan (SK) bahwa yang bersangkutan bagian dari tim satgas penanggulangan Covid-19Covid-19 di tingkat kabupaten.

“Dengan SK yang dikeluarkan oleh tim satgas penanggulangan Covid-19 Kabupaten itu, maka tidak sembarangan anak nakes yang bisa memanfaatkan jalur ini,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar