Pendidikan & Kesehatan

Amankan Vaksin untuk Tahap 2, Dinkes Ponorogo Hentikan Sementara Vaksinasi

Kadinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kiriman vaksin Covid-19 Sinovac pada tahap pertama di Ponorogo ada 7.080 dosis. Jumlah tersebut rencananya diperuntukkan juga untuk vaksinasi tahap ke dua. Menyusul belum adanya kepastian adanya kiriman lagi untuk tahap ke dua.

“Info tambahan vaksin belum ada kepastian. Sehingga saya harus amankan orang yang divaksin putaran pertama, vaksinasi kedua harus tersedia di Ponorogo,” kata Kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Selasa (2/2/2021).

Irin sapaan karib Rahayu Kusdarini menceritakan tenaga kesehatan (nakes) yang sudah terdaftar ada 4.790 nakes. Di putaran pertama vaksinasi, ada sekitar 600-an nakes tidak bisa dilakukan vaksinasi. Ada dua alasan tidak bisa dilakukan vaksinasi, pertama karena batal dan yang kedua karena ditunda.

“Nakes yang batal ini ya karena penyintas, mengidap penyakit yang mengharuskan tidak divaksinasi, menyusui dan nakes yang lagi hamil,” katanya.

Sementara hingga saat ini masih 3.352 nakes yang sudah divaksin. Dia berharap jumlah tersebut tidak bertambah. Namun, jika ada penambahan lagi, entah itu penambahannya baru dientry datanya. Tetapi Irin menggaris bawahi jikalau ada lagi penambahan tidak sampai angka 3.540. Sebab angka tersebut sudah termasuk dengan adanya vaksin untuk vaksinasi tahap kedua.

“Putaran kedua vaksinasi tanggal 10 Februari nanti, jika sebelum itu ada kiriman lagi vaksin, maka sisa 4.790 nakes yang belum ya akan dilakukan vaksinasi,” katanya.

Sehingga, lanjut Irin prinsipnya mengamankan untuk dosis kedua. Sebab, instruksinya memang berkembang terus, sementara pihaknya berburu waktu untuk mengamankan vaksin untuk putaran kedua. Supaya kekebalan komunitasnya cepat terbentuk. Selain itu juga untuk keamanan nakes, dalam artian bahwa seseorang itu mendapatkan dua dosis dengan merk yang sama dan periode penyuntikan juga sesuai ketentuan.

“Kebijakannya amankan dosis kedua dulu. Karena penelitian para pakar, kekebalan baru optimal ketika sudah divaksin 2 kali atau 28 hari setelah penyuntikan pertama,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar