Pendidikan & Kesehatan

Alumnus dan Mahasiswa Unair Ciptakan Iklim Literasi Lewat Komunitas

Surabaya (beritajatim.com) – Bermula dari kegemaran membaca buku dan menulis, seorang alumnus serta mahasiswa asal Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) tergerak untuk menularkan hal serupa di masyarakat, melalui komunitas literasi. Mereka adalah Agung Hari Baskoro dan Reza Maulana Hikam, inisiator komunitas Klub Seri Buku (KSB).

Keduanya menilai, potret literasi dan minat baca di Indonesia, khususnya di Kota Surabaya, masih tergolong rendah. Mereka juga menemukan kecenderungan masyarakat kurang menyukai aktivitas membaca. Selain itu, tidak banyak orang yang mau mendiskusikan buku setelah selesai membaca. Apalagi konsisten untuk menulis.

“Awalnya, kita sering ngobrol seputar literasi. Karena, ada kesamaan visi, akhirnya memutuskan untuk bikin komunitas bareng. Minimal, target kami adalah orang jadi biasa aja liat orang lain membaca buku dalam kondisi apapun. Nggak ada pikiran untuk mencibir,” jelas Baskoro.

Alumnus ilmu komunikasi Unair itu menambahkan, orang yang gemar menulis, otomatis juga gemar membaca. Jika tidak, maka akan terlihat dari sisi kualitas tulisan. Setelah resmi terbentuk pada Desember 2018, KSB mulai aktif untuk membuat beragam konten terkait literasi seperti penulis, buku, penerbit, hingga tips dan trik membaca.

Publikasi konten dilakukan melalui media instagram dan website www.klubseribuku.com. Juga mewadahi masyarakat luas untuk mengirim tulisan apapun terkait literasi dan menyelenggarakan diskusi terbuka yang mengundang penulis-penulis asal Surabaya.

“Kenapa penulis Surabaya? Karena menariknya, banyak juga penulis di kota ini. Hanya saja untuk apresiasi dan pengenalan karya kepada publiknya kurang. Lha, kita mengisi kekosongan di jalur apresiasi itu,” terang pemuda kelahiran Mojokerto tersebut.

Selain itu, KSB tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan organisasi maupun komunitas lain selama masih sejalan dengan visi mereka. Yakni, mendukung kebebasan mencipta dan menafsir sekaligus menjadi panggung progresif untuk literasi.

“Jadi, misal ada temen-temen klub film bikin pemutaran atau teman-teman pengabdian masyarakat membuat taman baca, dongeng, dan sebagainya, kita akan sangat terbuka,” ujarnya.

Sejauh ini, kehadiran KSB mendapat respons yang positif. Tercatat, setidaknya dua puluh orang hadir dalam beberapa acara yang telah berlangsung seperti diskusi buku Diskursus Demokrasi Deliberatif karya Fahrul Muzaqqi serta Gojek, Gojlog, Momong karya Roikan berkerjasama dengan Center for Security and Welfare Studies (CSWS) FISIP Unair.

“Komunitas literasi seperti KSB harus terus mengembangkan diri, konsisten dalam berkarya serta membangun jejaring lebih luas lagi untuk memberikan perubahan besar. Siapa saja boleh bergabung, asal mau belajar dan mencintai literasi,” tutupnya. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar