Pendidikan & Kesehatan

Alumni Penkep 99 Unesa Reuni, Kalah di Laga Fun Soccer

Tim Alumni Penkep 99 (Biru)

Surabaya (beritajatim.com) –  Sedikitnya 35 orang Alumni Jurusan Pendidikan Kepelatihan (Penkep) Unesa (Universitas Negeri Surabaya) Angkatan 99, menggelar reuni di GOR Bima Unesa Jalan Lidah Wetan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (26/5/2021). Tak hanya melepas kangen, acara juga diisi beberapa fun game yang puncaknya digelar Fun Soccer antara alumni Penkep 99 melawan karyawan dan dosen Unesa. Sayangnya, para alumni kalah 1-3.

Penggagas, inisiator dan pelaksana pertemuan para alumni Penkep 99, Tutur Jatmiko, M.Kes, sepakat jika kegiatan tersebut akan ditindaklanjuti dengan pertemuan-pertemuan berikutnya.

“Pertemuan ini sendiri merupakan pertemuan yang luar biasa. Ini adalah pertemuan pertama kali sejak teman-teman lulus wisuda terhitung mulai 18 tahun lalu. Alhamdulilah sukses meski ada sebagian yang berhalangan karena kesibukan dan tanggungjawab kawan-kawan masing-masing,” kata Tutur yang juga dosen di jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga.

Ditambahkannya, agenda reuni memang sengaja dikemas secara sederhana. Karena reuni secara subtansi, adalah jabat tangan, menatap wajah kawan lama, bercerita kenangan dalam canda tawa bersama. Bukan tempat yang mewah dengan menu masakan mahal hingga gemerlap iringan acara. “Kawan-kawan sudah meluangkan waktu untuk bisa hadir saja, itu sudah luar biasa,” ungkapnya.

Sementara Ismail, salah satu dari sekitar 83 Alumni Penkep 99 FIK Unesa, mengucapkan terima kasih ke pihak kampus karena telah menyediakan tempat untuk bertemu kangen. Khususnya kepada beberapa teman alumni yang saat ini menjadi dosen di jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga.

“Ini adalah momen luar biasa. Kalau sibuk memang kita sibuk. Tapi karena tujuan kita sama, yaitu ingin kembali menjalin silaturahmi setelah lama tidak bertemu, alhamdulilah bisa terwujud. Tidak lupa kita sampaikan juga terima kasih kepada pihak kampus, khususnya Pak Tutur (Jatmiko, red), Pak Gigih (Siantoro, red) dan Pak Pur (Poernomo, red) yang telah memfasilitasi kami semua hingga bisa bertemu di sini,” ungkap Ismail yang tercatat sebagai GTT di salah satu sekolah di Bojonegoro. Harapannya, kegiatan serupa tetap terjalin rutin agar tidak memutus tali silaturahmi. Bahkan, jumlah peserta semakin bertambah. [kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar