Pendidikan & Kesehatan

Tak Ada Alasan Pasti

Alat PCR Bantuan BNPB di Ponorogo Dihentikan Pengoperasiannya

Laboratorium Biomolekuler di RSUD dr. Harjono Ponorogo, tempat disimpannya alat PCR bantuan dari BNPB (Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) –¬† Alat polymerase chain reaction ( PCR) yang berada di RSUD dr Harjono, pengoperasiannya dihentikan sejak awal bulan Maret lalu. Padahal, bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) itu belum genap setahun dioperasikan di rumah sakit milik Pemkab Ponorogo itu.

“Dari BNPB sendiri yang menginstruksikan penghentian sementara pengoperasian alat uji Swab tersebut,” kata Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo, dr. Made Jeren, THT, Sabtu (27/3/2021).

Dokter Made, sapaan akrab Made Jeren mengungkapkan bahwa bukan hanya Ponorogo saja yang dihentikan pengoperasian alat PCR-nya. Melainkan BNPB juga menginstruksikan penghentian di daerah-daerah lain. Dirinya tidak tahu alasan pasti penghentia  pengoperasian alat PCR tersebut.

“Persetujuan penggunaan alat itu merupakan kewenangan antar lembaga di Pemerintah pusat,” katanya.

Made menyebut kepastian pengoperasian alat PCR nantinya menunggu pada bulan Apr il, bulan depan. Padahal keberadaan alat PCR itu, memudahkan untuk cepat mengetahui hasil uji swab-nya. Kini, pihaknya mengirimkan sampel swab itu ke RSUD dr Soedono Madiun. Jika BNPB tidak memperpanjang penggunaan alat PCR itu di Ponorogo, pihak rumah sakit, kata Made kemungkinan besar akan membeli alat PCR sendiri.

“Anggaran pembelian alat PCR itu sudah kami ajukan ke Pemkab Ponorogo,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar