Pendidikan & Kesehatan

Alasan Kadispendik Jember Hanya Adakan Satu Paket Komputer UNBK

Jember (beritajatim.com) – Pengadaan satu paket komputer untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP dalam APBD 2019 dikecam Komisi DPRD Jember, Jawa Timur. Satu paket komputer itu terdiri atas 31 unit dan dianggarkan dengan nominal Rp 270 juta.

Sekretaris Komisi D Nur Hasan mengingatkan, bahwa Dispendik Jember pernah menyatakan kesiapan untuk menggelar UNBK di semua sekolah. “Dengan yakin (Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Ghazali) mengatakan, insya Allah semua ikut UNBK dnegan berdarah-darah. Komisi D pun tahu bahwa kondisi sekolah memgalami keterbatasan jumlah komputer. Mereka bingung, karena mari iuran (dari wali murid) juga tidak bisa,” katanya.

Komisi D akhirnya mengeluarkan ultimatum kepada Dispendik. “Seandainya dalam pembahasan APBD 2019 tidak ada penganggaran untuk pengadaan kompuiter untuk semua lembaga SMP yang belum mengadakan UNBK, maka (APBD 2019) tidak akan kami setujui,” kata Nur Hasan.

Dalam perjalanannya, karena perubahan aturan, Komisi D tak bisa ikut membahas APBD 2019. “Dan kami terkejut, hanya ada satu paket pengadaan komputer. Ini terus nasib kita bagaimana? Apa tidak malu SMP negeri mengadakan ujian sampai pinjam laptop ke wali murid. Kita sudah sepakat mengadakan komputer itu,” kata Nur Hasan.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Edi Budi Susilo menegaskan, ada tiga paket komputer yang sudah diserahkan kepada lembaga SMP pada 2018 untuk persiapan UNBK. “Itu pengadaan 2018. Saya waktu itu menugasi tim untuk membuat kajian khusus dari sisi skala prioritas,” katanya, Senin (4/3/2019).

Akhirnya, Dispendik membuat skala prioritas pemberian komputer untuk sekolah-sekolah yang bisa ditumpangi siswa sekolah lain yang akan mengikuti UNBK. “Sedangkan untu 2019 memang hanya satu paket. Saya belum bisa berbuat banyak. Tapi satu paket ini mubazir kalau tidak segera kita eksekusi, karena dari 94 SMP negeri dan 300 lebih SMP swasta yang siap UNBK, di dalamnya melibatkan partisipasi masyarakat, baik dalam bentuk peminjaman (perangkat komputer) oleh orang tua siswa yang bersinergi,” katanya.

Edi menyambut baik keinginan Komisi D agar pemerintah daerah mengupayakan pengadaan komputer untuk UNBK di seluruh sekolah. “Ini akan kami laporkan kepada Ibu Bupati agar pada 2020 menjadi sesuatu yang super prioritas,” katanya. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar