Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Alasan Biaya Lebih Murah, 1 Keluarga Inggris Terbang ke Brasil Untuk Perawatan Gigi

Surabaya (beritajatim.com) – Perawatan kesehatan tentu berbiaya cukup tinggi, apalagi di negara-negara maju yang dilengkapi fasilitas lengkap dan canggih. Sementara di belahan dunia lain, ada lho negara yang menerapkan tarif perawatan kesehatan cukup murah namun dengan kualitas layanan tidak bisa dianggap remeh.

Itulah yang jadi alasan satu keluarga di Inggris rutin terbang ke Brasil. Mereka hanya ingin merawat gigi lantaran biayanya yang jauh lebih murah di Brasil ketimbang di Inggris.

Dikutip dari Indiatimes.com, keluarga Woodmansey menempuh perjalanan 9.656 kilometer dari rumah mereka di Yorkshire di Inggris ke Brasil untuk perawatan gigi. Mereka mengklaim itu jauh lebih hemat biaya daripada menggunakan layanan dokter gigi di Inggris.

Stuart Woodmansey (43) menerbangkan istrinya Kedma (41) dan putranya yang masih kecil, Jacob, ke Amerika Selatan daripada mengunjungi dokter gigi swasta di Inggris.

Keluarga tersebut terpaksa melakukan perjalanan melintasi benua karena kesulitan yang mereka alami dalam menemukan dokter gigi yang menangani pasien NHS.

“Saya tidak bisa mendapatkan janji perawatan di daerah kami, saya sudah mencoba selama bertahun-tahun. Saya harus pergi ke Brasil ketika kami sedang berlibur di sana,” kata Stuart.

Stuart mengatakan dia membawa keluarganya ke dokter gigi di São Paulo, yang merupakan kota asal istrinya, Kedma.

“Setelah Anda membayar untuk penerbangan – sekitar £ 600 hingga £ 700 (atau sekitar 12.758.957,67 Rupiah Indonesia, red) – dokter gigi di Brasil hanya mengenakan biaya sekitar £ 50 sekitar 9.000 rupiah untuk kunjungan. Hasilnya jauh lebih murah daripada £1.000 (atau setara dengan 18227082,38 rupiah Indonesia, red) untuk perawatan pribadi di sini,” katanya.

Keluarga tersebut terakhir kali mengunjungi dokter gigi di Brasil tepat sebelum pandemi dan berencana untuk melakukan pemeriksaan pada perjalanan mereka berikutnya.

Kejadian soal perawatan dan kesehatan rongga mulut dan gigi, terdapat insiden serupa namun aneh, seorang pria Inggris pada tahun 2020 memutuskan untuk mencabut giginya sendiri setelah ia ditolak untuk melakukan perawatan gigi darurat karena lockdown.

Menurut laporan Metro UK, pria berusia 33 tahun, bernama Billy Taylor, menghabiskan waktu satu jam untuk mencoba mencabut giginya yang terinfeksi dengan bantuan putranya.

Taylor mengatakan bahwa layanan NHS 111 mengatakan kepadanya bahwa kecuali dia berjuang untuk bernapas, maka tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk membantu.

Pada suatu waktu yang cukup menyebalkan, saat sakit gigi Stuart kambuh dan ia tidak bisa memilih dokter NHS dengan segera karena harus melalui prosedur antrian.

“Saya menelepon dokter gigi saya dan mereka mengatakan bahwa mereka tutup dan akan menempatkan saya dalam daftar tunggu darurat, tetapi saya tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan, jadi saya menelepon 111 dan mereka pada dasarnya mengatakan bahwa itu tidak bisa didesak kecuali itu menghentikan saya dari bernapas,” katanya.

“Ini bukan masalahnya tetapi rasa sakitnya luar biasa, jadi saya mengambil kompres es dan meletakkannya di wajah saya sampai saya tidak bisa merasakannya lagi dan tarikan terakhir, saya dan anak saya hanya melakukannya dan keluar, itu cukup rumit, saya pikir mungkin 20 menit tetapi butuh satu setengah jam,” tambahnya.

Dia melakukan prosedur menggunakan alat dari pekerjaan dan beberapa beberapa slok wiski sebagai obat penenang. Gigi akhirnya keluar dengan sangat kuat dan rasa sakit akibat infeksi menghilang hampir seketika. (adg/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar