Pendidikan & Kesehatan

Akibat Konflik di Pesantren, 70 Santri di Kediri Belajar di Tempat Darurat

Puluhan santri Pondok Pesantren Mifa di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri terpaksa belajar di tempat darurat

Kediri (beritajatim.com) – Puluhan santri Pondok Pesantren Mifa di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri terpaksa belajar di tempat darurat yang kurang layak, setelah pondok pesantren mereka dilanda konflik internal. Sementara itu, iba dengan nasib para santri, warga ramai ramai mewakafkan tanahnya untuk mendirikan pesantren yang baru.

Ada 5 warga mewakafkan tanah mereka. Total ada lahan seluas 150 ru yang siap dibangun sebagai tempat tinggal dan pembelajaran para santri. Lokasinya ada di Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih.

“Ini sudah menjadi jalan Allah bagi saya dan keluarga untuk berbuat untuk sesama. Kami serahkan tanah untuk tempat belajar bagi para santri,” kata H. Mahmud, salah satu wali santri yang mewakafkan tanahnya, Selasa (15/3/2021).

Sementara itu, para santri kini tengah bergotong royong membangun pondok pesantren baru. Jumlahnya ada 70 an orang santri dari berbagai daerah mulai dari eks Karesidenan Kediri hingga luar Jawa.

Sejak dua minggu lamanya, mereka ditampung di salah satu rumah H. Mahmud. Menyusul terjadinya konflik internal Pondok Pesantren Tahfidz itu. Mereka keluar dari pondok lama, dan terpaksa belajar di teras rumah yang bising atau menggelar tikar di bawah kebun bambu.

Kyai M. Ahyar Sya’Roni, Pengasuh Pondok Pesantren bersyukur dan berterima kasih atas dukungan berbagai pihak. Pihaknya memastikan bakal menjaga amanat tersebut.

“Yang terpenting terus melangkah. Kami pastikan bahwa semuanya bakal baik baik saja. Para santri tetap bisa belajar, meskipun beberapa hari terakhir harus sambil bekerja bakti,” katanya.

Sejauh ini, Pemerintah Desa setempat menyambut baik kehadiran mereka di Desa Dukuh. Mereka turut membantu proses penggalangan donasi ke masyarakat dan membantu proses legalitas serta bimtek terhadap para pengasuh.

“Salah satu program pendidikan agama di desa ini memang kita persiapkan. Dengan hadirnya para santri disini tentu kami sambut dengan baik. Kami sangat mendukung sekali,” kata Mamon Kusiroto, Kasi Pelayanan Desa Dukuh.

Atas kondisi yang dialami ini, mereka berharap bantuan dan dukungan dari masyarakat demi berdirinya pondok pesantren baru tersebut. [nm].



Apa Reaksi Anda?

Komentar