Pendidikan & Kesehatan

Akibat Covid-19 Stok Darah di PMI Kota Malang Mulai Menipis

Getty Images/BBC

Malang (beritajatim.com) – Wabah virus corona Covid-19 mulai mempengaruhi beberapa sektor kegiatan di Kota Malang. Salah satu yang terdampak dari isu Covid-19 ini adalah Palang Merah Indonesia (PMI).

Larangan berhimpun massa oleh Pemerintah Kota Malang membuat kegiatan donor darah melalui mobil unit dibatalkan. Melalui surat edaran, Wali Kota Malang Sutiaji melarang kegiatan dihadiri oleh 30 orang lebih. Dampak dari surat edaran ini ternyata mempengaruhi antusiasme warga untuk berdonor.

“40 persen pasokan darah yang diterima PMI Kota Malang berasal dari mobil unit. Dengan dibatalkannya kegiatan pengumpulan darah melalui mobil unit, maka selama dua minggu ini kita kehilangan pasokan sebanyak 40 persen,” kata Kepala Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Kota Malang, Enny Sekar Rengganingati, Kamis, (19/3/2020).

Stok darah minim saat ini golongan A. Bagi pendonor bila ingin mendonorkan darahnya disarankan datang langsung ke UTD PMI Jalan Buring Kota Malang. Dalam sehari dengan kondisi normal sebelum isu Covid-19. Pendonor yang datang sekitar 100 orang, itupun yang memenuhi syarat hanya sekira 75 orang saja.

“Dari sekitar 100 orang yang datang, yang memenuhi syarat untuk donor hanya sekitar 75 persen. Beberapa hari terakhir jumlah pendonor turun sekitar 25 persen. Ideanya kami harus mendapatkan pasokan 210 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Enny menyebut saat ini masih banyak warga yang membutuhkan darah untuk kebutuhan cuci darah, pasca melahirkan, pasien kanker dan penyakit lainnya. Setiap harinya rumah sakit di Malang Raya membutuhkan pasokan 130 kantong darah dari PMI Kota Malang. Melihat kondisi itu, pihaknya mengimbau warga Malang untuk tidak takut mendonorkan darahnya lewat UTD PMI Kota Malang.

“Pelayanan di UTD mengalir, tidak ada penumpukan orang banyak. Kami juga telah menyediakan alat pengukur suhu tubuh dan cairan antiseptik bagi siapapun yang memasuki UTD. Jam operasional layanan juga masih tetap, yakni pukul 07.30-19.00 WIB. Kita juga lakukan pencegahan, pendonor cuci tangan dulu sebelum masuk,” tandasnya. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar