Pendidikan & Kesehatan

Ajukan Fogging Dinilai Antre Lama, Ini Kata Dinkes Kabupaten Mojokerto

Warga Puri Melakukan Pembasmian Nyamuk dengan fogging

Mojokerto (beritajatim.com) – Warga Desa Puri, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto memilih melakukan fogging (pengasapan) mandiri. Karena mereka menilai untuk mengajukan fogging ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto antria lama.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penyakit (P2P), Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Langit Kresna Janitra mengatakan, pihaknya langsung menanggapi apabila mendapat informasi dari puskesmas setempat. “Hal itu tidaklah benar (pengajuan fogging antri lama, red),” ungkapnya, Kamis (10/1/2019).

Masih kata dr Langit, pengajuan fogging ke Dinkes Kabupaten Mojokerto haruslah dilakukan oleh Kepala Puskesmas setempat. Kepala Puskesmas mengirim surat ke Dinkes Kabupaten Mojokerto, kemudian pihaknya akan melakukan evaluasi soal lingkungan.

“Setelah itu kami langsung melakukan fogging karena yang mengetahui soal situasi dan kondisi di setiap desa adalah Puskesmas. Sehingga prosedurnya Kepala Puskesmas yang mengirim surat ke kami. Bukan ada korban terlebih dahulu baru fogging,” katanya.

Menurutnya, ujung tombak informasi Dinkes adalah puskesmas di masing-masing wilayah. Selain puskesmas yang mengabarkan situasi satu per satu desa, puskesmas juga mempunyai kader jemantik, bidan desa dan perawat desa yang akan melakukan evaluasi.

“Mereka yang akan evaluasi apakah banyak nyamuk atau jentik. Jika banyak nyamuk yang berterbangan baru kami lakukan fogging karena kami tak serta merta melakukan fogging. Namun fogging belum tentu bisa menyelesaikan masalah tapi pembasmian jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti yang tidak boleh dilupakan,” tuturnya.

Karena, tegas dr Langit, fogging tidak bisa membunuh jentik nyamuk. Namun masyarakat harus melakukan 3 M (mengubur, menguras, menutup) untuk mengentikan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. Untuk itu, pihaknya gencar memberikan sosialisasi tentang 3 M ke masyarakat. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar