Pendidikan & Kesehatan

Ajak Relawan Jadi Pendonor, Cak Machfud Dipuji Kabag Humas PMI Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Tokoh Masyarakat Surabaya Machfud Arifin melakukan donor darah di Unit Tranfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya. Ia tak datang sendiri melainkan turut membawa para relawan untuk bersama mendonorkan darah di tengah persediaan darah yang semakin berkurang imbas dari wabah virus Corona atau Covid-19.

Atas tindakannya ini Cak Machfud sapaan akrab Machfud Arifin mendapat dipujian dari Kepala Bagian Pelayanan dan Humas PMI Kota Surabaya Dr Martono Adi Trijogo. “Alhamdulillah, hari ini PMI Surabaya mendapatkan bantuan donor darah dari pak Mahfud dan relawannya. Ini tindakan yang mulia” kata Dr Martono di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, (10/4/2020).

Tidak hanya melontarkan pujian, apresiasi tinggi juga ia berikan kepada Cak Machfud dan para relawan lantara dengan aksi donor bersama ini nantinya bisa memperbanyak persediaan darah di PMI Kota Surabaya. “Apresiasi setinggi-tingginya untuk pak Machfud sehingga bisa memperbaiki stok darah di sini,” tambahnya.

Dr. Martono mengungkapkan, jika PMI Surabaya selama pandemi Corona ini hanya mampu menyediakan 30 persen persediaan kantong darah.

Karenanya ia mengakui di tempatnya bertugas ini sempat kekurangan stok darah selama dua Minggu kebelakang. “Sejujurnya stok darah kita sudah sangat menipis, dalam dua minggu terakhir bahkan kita hanya bisa penuhi 30 persen ketersediaan kantong darah,” ungkap Dr Martono.

Dr Martono mengatakan, kelangkaan darah disebabkan jumlah pendonor yang sangat langka. Lantaran kekhawatiran masyarakat mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Namun demikian ia menegaskan meskipun dilaksanakan di tengah pandemi Corona seperti sekarang, donor darah yang dilakukan sesuai prosedur protokol keamana Covid-19.

Seperti, dia melanjutkan, para pendonor juga dalam menunggu antrian diberikan jarak tidak kurang dari satu meter. “Sesuai arahan ketua PMI pusat pak JK, donor darah tetap bisa dilakukan asal sesuai prosedur, seperti menggunakan handsantizer, masker, dan sebelum masuk juga ada scan suhu,” ujar Dr Martono. (hen/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar