Pendidikan & Kesehatan

Agar Penjahit Tetap Kerja, Distro di Malang Bikin Ribuan Hazmat untuk Disumbangkan

Hazmat produksi Realizm87 dibagikan gratis ke sejumlah Rumah Sakit.

Malang (beritajatim.com) – Dampak dari pandemi Covid-19 membuat Distro Realizm87 di Kota Malang merasakan sepi pemesanan. Demi para penjahit tetap bekerja, mereka memutuskan untuk membuat hazmat pakaian alat pelindung diri (APD) yang digunakan medis dalam penanggulangan Covid-19.

Hazmat ini tidak dijual, melainkan dibagikan secara gratis kepada sejumlah rumah sakit di Malang Raya, dan Jawa Timur. Mulai dari Pacitan, Pasuruan dan Blitar. Total ada 2.000 hazmat yang mereka produksi, semua dibagikan kepada tim medis. Masing-masing rumah sakit atau puskesmas mendapat 100 hazmat dari Realizm87.

“Kami membantu rumah sakit yang kekurangan APD. Kemudian mempekerjakan karyawan agar masih ada pekerjaan dan penghasilan. Karena produksi untuk toko sudah stop. Produksi hazmat sejak April, bahan yang digunakan sponbun,” kata manajer pemasaran Muhammad Faisol, Kamis (21/5/2020).

Faisol mengungkapkan, meski terdampak pandemi Covid-19 pihaknya ingin turut serta membantu tim medis dalam menanggulangi penyebaran virus Covid-19. Apalagi sektor perekonomian sangat terdampak. Harapanya, mereka ingin virus Covid-19 segera terkendali dan geliat bisnis pakaian kembali bergeliat.

Dia menyebut, pada momen lebaran kali ini seharusnya Realizm87 bisa meningkatkan angka penjualan. Namun, karena dampak pandemi penjualan menurun hingga 50 persen. Faisol bahkan menyebut, bila bulan Mei tidak tertolong lebaran penjualan diprediksi anjlok sampai 70 persen.

“Produksi pakaian kita hentikan mulai 10 April sampai kondisi terkendali. Apalagi tidak ada pesanan pakaian sama sekali. Untuk penjualan turun 50 persen ini saja tertolong dekat lebaran. Kalau tidak mungkin bisa sampai 70 persen,” tandasnya. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar