Pendidikan & Kesehatan

Agar Kasus Tak Terus Naik, Masyarakat Harus Sadar Deteksi Dini Covid-19

Humas tim Satgas Covid-19 Pemerintah Kota Malang Husnul Muarif.

Malang (beritajatim.com) – Masyarakat diingatkan untuk sadar dengan deteksi dini gejala Covid-19 agar kasus penyebaran tidak terus meningkat. Di Kota Malang presentase angka kematian pasien Covid-19 sebesar 8 persen lebih tinggi dari angka nasional sebesar 4,1 persen.

Data per Jumat (11/9/2020) sebanyak 1.568 orang dinyatakan positif Covid-19, 1.032 orang telah dinyatakan sembuh, 396 orang masih dalam perawatan dan 140 orang telah meninggal dunia.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Malang, Husnul Muarif mengatakan, selain tenaga medis mulai dari puskesmas, rumah sakit hingga dokter yang membuka layanan praktek diminta untuk aktif menyampaikan informasi seputar Covid-19. Tidak kalah penting orang terdekat, mulai dari keluarga, kerabat dan teman.

“Selalu harus menginformasikan kepada masyarakat tentang beberapa hal terkait dengan kewaspadaan dini ataupun deteksi dini apabila ada tanda-tanda awal di dalam tubuh terasa tidak enak. Segera harus mendatangi layanan kesehatan. Itu yang harus disampaikan secara masif kepada masyarakat,” kata Husnul, Sabtu, (12/9/2020).

Jika merujuk pada situs www.kemkes.go.id, gejala umum berupa demam kurang lebih 380C, batuk kering, dan sesak napas. Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara atau wilayah terjangkit, atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita Covid-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

“Dari Satgas pertama tetap memberikan informasi kepada masyarakat untuk deteksi dini terhadap keluhan sekecil apapun. Yang kedua terus siapkan layanan terdepan yakni puskesmas, klinik dan layanan-layanan rujukan yaitu rumah sakit,” ujar Husnul.

Sementara itu, soal tingginya angka pasien Covid-19 di Kota Malang hingga menyentuh 1.568 orang. Karena orang dengan kategori suspect saat datang ke rumah sakit hasil swabnya positif. Kemudian banyak warga yang aktif melakukan swab mandiri dan hasilnya positif.

“Itu ada yang satu dari suspect di rumah sakit, artinya yang datang dengan keluhan kemudian diperiksa swab-nya positif, yang kedua adalah PDP atau suspect yang ada di rumah. Ada kayak mandiri, inisiatif untuk bisa periksa,” tandasnya. [luc/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar