Pendidikan & Kesehatan

Ada Kampung Tangguh, Khofifah Anggap PSBB Malang Raya Lebih Siap

Pemprov Jatim pastikan PSBB Malang Raya dimulai pukul 00.00 WIB.

Malang(beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan koordinasi terakhir jelang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya di Bakorwil III Malang, Sabtu, (16/5/2020). Rapat Koordinasi dipimpin langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah memuji peran lintas masyarakat di Malang Raya dalam persiapan sebelum PSBB diterapkan. Diantaranya membentuk kampung tangguh. Total ada 564 kampung tangguh, 500 di Kabupaten Malang dan sisanya di Kota Malang. Dalam kampung tangguh ini terdapat berbagai program untuk menunjang pemberlakuan PSBB. Diantaranya, menyediakan lumbung pangan, patroli keamanan hingga prosedur pemakaman.

“Telah dilakukan di Malang Raya ini yang cukup signifikan adalah kampung tangguh yang sudah disiapkan sebetulnya efektif sejak pertengahan April yang lalu, sehingga relatif proses konsolidasi untuk bisa melakukan berbagai langkah-langkah resosialisasi dan re-edukasi itu bisa relatif sudah matang,” ujar Khofifah.

Pemprov Jatim menilai dari segi kesiapan PSBB Malang Raya dianggap lebih baik ketimbang Surabaya Raya. Untuk itu, dia berharap saat penerapan PSBB juga harus berjalan dengan baik demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Kami menyebut ini adalah potensi yang luar biasa sebagai sosial capital yang dimiliki oleh Malang Raya. Karena di dalam pendekatan untuk melakukan penghentian penyebaran Covid-19 adalah pencegahan, pencegahan dan pencegahan,” kata Khofifah.

Selama di Malang, Khofifah telah meninjau berbagai kampung siaga. Diantaranya Kampung Narubuk di Sukun Kota Malang, dan Kampung Cempluk di Dau, Kabupaten Malang. Dia menyebut salah satu kampung tangguh yang menjadi role model adalah Kampung Cempluk di Desa Kalisongo, Dau, Kabupaten Malang itu.

“Menurut kami adalah bagian dari file model di mana mereka menyiapkan 11 cctv di 11 RT/RW 02 kampung Cempluk. Di mana bisa kita jadikan role model social capital di dalam menangani Covid-19 ini. Kami ingin ini menjadi sebuah program yang terkawal termonitor sehingga efektivitas pelaksanaan PSBB di Malang Raya ini bisa lebih signifikan dan lebih terukur,” tandas Khofifah. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar