Pendidikan & Kesehatan

Ada ABK dan Petani di Banyuwangi Terinveksi Covid-19

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pasien positif corona di Banyuwangi terus bertambah. Kali ini, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi merilis penambahan pasien positif infeksi virus corona menjadi 29 orang. Pasien positif merupakan pria paruh baya warga Kecamatan Kabat.

“Pasien 29 ini adalah seorang pria berumur 60 tahun. Sehari-hari dia adalah seorang petani, juga menjadi distributor gas LPG untuk lingkungan sekitarnya,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono yang akrab disapa Rio, Jumat (3/7/2020).

Pasien 29 tersebut, kata Rio, awalnya pada 21 Juni merasakan gejala lemah, sakit kepala dan mual. Lalu dua hari berikutnya periksa ke dokter. Karena keadaan belum membaik, maka pada 26 Juni pasien berobat di salah satu rumah sakit di Banyuwangi.

“Di situ, dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif. Besoknya dirujuk ke RSUD Genteng dan ditetapkan sebagai PDP, sekaligus diambil swabnya untuk diuji. Dan hasil uji swabnya keluar hari ini, pasien dinyatakan positif terinfeksi corona sebagai pasien 29. Masih dirawat intensif di RSUD Genteng,” kata Rio.

Saat ini, lanjut Rio, gugus tugas tengah melakukan tracing terhadap kontak dekat pasien. “Tracing terus kami lakukan ke kontak erat. Yang serumah ada satu orang, yang tidak serumah 25 orang,” pungkas Rio.

Sementara itu sebelumnya, Banyuwangi juga merilis pasien konfirmasi positif nomor urut 28. Pasien yang terkonfirmasi positif adalah anak buah kapal (ABK) di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

“Pasien 28 ini adalah seorang pria yang tinggal di Kecamatan Kalipuro. Dia ABK di salah satu kapal,” kata Rio.

Rio menjelaskan kondisi klinis pasien. Awalnya, pada 11 Juni pasien mengalami keluhan batuk, pilek dan panas. “Lalu pada 19 Juni, yang bersangkutan berobat di rumah sakit. Saat itu, didiagnosa gejala demam berdarah,” terang rio.

Beberapa hari kondisi pasien belum membaik, yang bersangkutan lalu berobat ulang ke rumah sakit. “Maka dilakukan pemeriksaan ulang. Dari situ, hasilnya menunjukkan foto thorax terdapat pneumonia. Di rapid test, dan hasilnya reaktif saat itu. Lalu dirujuk ke RSUD Blambangan dan ditetapkan sebagai PDP per 22 Juni,” kata Rio.

Setelah masuk ruang isolasi RSUD Blambangan, lanjut Rio, RS melakukan tindakan tes swab pertama pada pasien. Kemudian diulangi kembali pada 29 Juni. Kedua tes swab ini telah dikirimkan ke BBTKL Surabaya, namun hasil belum juga keluar.

“Oleh karena itu pada tanggal 1 Juli, dilakuan tes swab ulang dan diperiksa menggunakan mesin TCM di laboratorum RSUD Blambangan, dan hasilnya positif terjangkit virus Covid 19. Kami lapor ke Gugus Tugas Provinsi Jatim, dan pasien ditetapkan sebaagai pasien 28. Saat ini, masih dirawat intensif di RSUD Blambangan,” terang Rio.

“Mesin TCM sendiri merupakan mesin untuk memeriksa virus TBC yang selama ini sudah dimiliki oleh Banyuwangi. Kini telah ditingkatkan fungsinya untuk bisa memeriksa Covid-19 dengan cartridge khusus yang dikirim dari Kementerian Kesehatan. Jadi, RSUD Blambangan saat ini sudah bisa melakukan pemeriksaan swab,” pungkasnya.

Kini, di Banyuwangi total ada 29 pasien positif terinfeksi corona. Di mana 9 orang sembuh, 19 orang dalam perawatan, dan 1 orang meninggal. [rin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar