Pendidikan & Kesehatan

Ada 66 Kasus DBD di Kabupaten Mojokerto

Kabid Pencegahan dan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Langit Kresna Janitra. [Foto: misti/bj.com]
Mojokerto (beritajatim.com) – Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), masyarakat di Kabupaten Mojokerto juga tetap harus mewaspadai terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto mencatat ada 66 kasus DBD di awal tahun 2020 ini.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Langit Kresna Janitra mengatakan, sejak bulan Januari hingga pertengahan April, ada 66 warga di Kabupaten Mojokerto sudah menjangkit DBD.
“Bulan ini ada penambahan 3 kasus, tapi grafiknya sudah mulai menurun,” ungkapnya, Sabtu (18/4/2020).
Kasus tertinggi terjadi pada periode Januari-Februari dengan jumlah 43 kasus. Sedangkan pada Maret berangsur menurun menjadi 20 kasus dan tiga kasus di bulan April. Masih kata dr Langit, fluktuasi cuaca yang masih tidak menentu menjadi salah satu faktor bertambahnya kasus baru DBD di Kabupaten Mojokerto.
“Nasyarakat tetap diimbau untuk melakukan upaya pencegahan. Baik menerapkan 3M plus yaitu menutup, menguras, mengubur barang bekas dan memakai lotion anti nyamuk maupun memasang kelambu. Tak kalah pengtingnya adalah menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN,” katanya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar