Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Ada 53 Kasus DBD, Dinkes Ponorogo Sosialisasikan Pemberantasan dengan Pendekatan Biologis

Sub Koordinator Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Ponorogo dr. Mietha Ferdiana (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Guyuran hujan yang terjadi hampir setiap hari di Ponorogo, mungkin menjadi salah satu penyebab tingginya kasus warga yang terjangkit demam berdarah dengue. Sebab, dengan banyaknya air menjadi tempat berkembang biak untuk nyamuk, tak terkecuali nyamuk aides aegypti yang membawa virus DBD. Dalam dua minggu terakhir, terjadi lonjakam kasus. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo per tanggal 18 Januari 2022 terdapat 53 pasien yang dinyatakan positif mengidap DBD.

Sub Koordinator Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Ponorogo dr. Mietha Ferdiana menyebutkan bahwa saat ini kota reyog menduduki peringkat kedua tertinggi kasus DBD di Provinsi Jawa Timur. Ponorogo dibawah Kabupaten Bojonegoro yang menduduki tempat pertama. “Adanya 53 kasus DBD di Ponorogo ini sesuai laporan yang masuk ke Dinas Kesehatan Ponorogo,” kata Mietha, Rabu (19/1/2022).

Wilayah di Ponorogo yang menjadi endemik demam berdarah ini berada di Kecamatan Balong dengan 14 kasus DBD. Disusul dengan Kecamatan Ponorogo 7 kasus, dan Kecamatan Sukorejo ada 4 kasus. Sementara untuk Kecamatan yang lain ada yang 1 atau 2 kasus saja. Tingginya kasus demam berdarah dengue ini, membuat Dinkes Ponorogo melakukan berbagai upaya pengendalian. Diantaranya dengan menggencarkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) bersama masyarakat. Selain itu juga melakukan sosialisasi terkait cara pemberantasan dengan pendekatan biologis.

“Pemberantasan dengan pendekatan biologis itu seperti memelihara ikan yang memakan jentik nyamuk dan menanam tumbuhan yang tidak disukai nyamuk. Selain itu juga melakukan pemberantasan secara kimia,” katanya.

Pasien demam berdarah ini dirawat secara intensig di rumah sakit milik Pemkab Ponorogo dan rumah sakit swasta. Di RSUD dr. Harjono sendiri, pasien anak-anak dirawat di ruang Delima. Sedangkan untuk pasien dewasa berada di ruang Mawar. Dinkes Ponorogo menghimbau kepada masyarakat agar terus waspada terhadap demam berdarah ini. “Ya harus rutin melakukan PSN dan minimal dengan menerapkan 3 M di lingkungan rumah masing-masing,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar