Pendidikan & Kesehatan

Ada 44 Orang Kontak Tracing dari Kluster Keluarga di Ponorogo

Petugas selesai melakukan rapid tes di balai kelurahan Kertosari. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo terus melakukan tracing terhadap orang-orang yang berpotensi kontak dengan kluster keluarga. Dimana kini, dari kluster tersebut sudah ada 11 orang yang positif, dengan 2 diantaranya meninggal dunia.

“Jadi dari kluster keluarga yang berdomisili di Kelurahan Kertosari ini, sudah ada 11 yang positif, dimana 2 diantaranya meninggal. Ini masih dilakukan tracing,” kata Puskesmas Babadan Siti Nurfaidah, Rabu (25/11/2020).

Bertempat di balai kelurahan Kertosari, tim satgas melakukan rapid tes terhadap 34 warga. Jumlah yang melakukan rapid tes ini merupakan warga yang melakukan takziah. Hasilnya, ada 2 warga yang rapid-nya reaktif. Setelah hasilnya reaktif, keduanya kemudian menjalani tes PCR swab. “Jadi yang 34 yang dirapid ini relatif kontak yang tidak erat, mereka hanya warga yang melakukan takziah,” katanya.

Sementara untuk kontak eratnya ada 10 orang. Mereka sudah dilakukan swab 2 kali, pada hari Senin dan Selasa kemarin. Namun, hingga kini hasil swab dari 10 kontak erat itu belum keluar. “Dari kluster keluarga ini, kontak tracing yang dilakukan tim satgas ada 44 orang,” katanya.

Sebagai langkap antisipasi menekan penularan, BPBD Ponorogo melakukan penyemprotan disinfektan di Kelurahan Kertosari. Terutama di lingkungan yang saat ini menjadi tempat tinggal dari kluster keluarga tersebut. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo menyebut bahwa penyemprotan disinfektan ini sudah ke-2 kalinya. Sebab, penularan Covid-19 di lingkungan ini sangat siknifikan.

“Di kelurahan Kertosari ini, penyemprotan disinfektan sudah kami lakukan 2 kali. Ini nantinya akan kami lakukan rutin, sampai menekan angka Covid-19 di daerah sini,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar