Pendidikan & Kesehatan

Ada 3 SMA Se-derajat di Kabupaten Mojokerto Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Kepala Cabang Dindik Provinsi Jatim Wilayah Kota/Kabupaten Mojokerto, Kresna Herlambang. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Kota/Kabupaten Mojokerto melakukan uji coba pembelajaran secara tatap muka di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat pada masa pandemi Covid-19. Ada tiga sekolah di Kabupaten Mojokerto yang melakukan uji coba pembelajaran secara tatap muka.

Di Kabupaten Mojokerto yang ditunjuk sebagai pilot project uji coba pembelajaran secara tatap muka ada tiga sekolah. Yakni SMKN 1 Dlanggu di Kecamatan Trawas, Sekolah Menengah Atas (SMA) Diponegoro di Kecamatan Gondang dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Seduri di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan  (Dindik) Provinsi Jatim Wilayah Kota/Kabupaten Mojokerto, Kresna Herlambang menjelaskan, pembelajaran secara tatap muka di sekolah sudah diperbolehkan sejak 13 Juli 2020 bersamaan tahun pelajaran baru. “Namun pelaksanaan secara formal dilakukan perdana mulai kemarin,” ungkapnya, Rabu (19/8/2020).

Di Kabupaten Mojokerto ada tiga lembaga sekolah yang ditunjuk untuk melakukan uji coba pembelajaran secara tatap muka. Ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa lulusan dari pendidikan dasar menuju jenjang sekolah menengah atas yang memerlukan bimbingan belajar dan pengenalan sekolah.

“Kabupaten Mojokerto zona oranye sehingga bisa dilaksanakan uji coba pembelajaran secara tatap muka. Ada tiga lembaga yang melakukan uji coba pembelajaran secara tatap muka dan pembatasan minimal 25 persen dari seluruh jumlah peserta didik pada sekolah tersebut,” katanya.

Pihaknya sudah mempunyai standar protokol kesehatan dalam uji coba pembelajaran tatap muka secara langsung di sekolah. Seperti pakai masker/face shield, jaga jarak, lingkungan sekolah steril, hand sanitizer dan pembatasan siswa minimal 25 persen dari jumlah Rombel (Rombongan Belajar) dalam satu ruangan kelas.

Para siswa SMKN 1 Dlanggu di Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto sudah bisa masuk sekolah. [Foto: misti/bj.com]

“Masing-masing lembaga sekolah yang kita tunjuk itu telah ditinjau sesuai jumlah peserta didik dan melengkapi fasilitas standar protokol kesehatan serta akan dilakukan evaluasi untuk memastikan tidak ada kejadian saat pembelajaran tatap muka secara langsung,” ujarnya.

Masih kata Kresno, Dindik Provinsi Jatim bersama pihak sekolah secara masif telah melakukan sosialisasi pada wali murid untuk selalu memastikan anak didik dalam kondisi prima sebelum berangkat ke sekolah. Ada aturan dalam pembelajaran tatap muka secara langsung selama pandemi Covid-19.

“Yaitu maksimal empat jam dan langsung pulang, tetap dianjurkan menjaga jarak minimal satu meter, pakai masker dan siswa dilarang keluar dari kelas sebelum pembelajaran selesai. Mereka juga diperbolehkan membawa bekal makanan atau minuman dari rumah karena tidak ada jam istirahat dan kantin sekolah tidak buka,” jelasnya.

Para siswa yang mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka secara langsung di sekolah dipastikan sudah mengantongi surat pernyataan dari wali murid yang bersangkutan. Pihaknya memperbolehkan bagi wali murid yang masih dalam keraguan dan tidak berkenan anaknya mengikuti tatap muka di kelas.

“Siswa yang bersangkutan dapat mengakses pembelajaran melalui Daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Karena ini menyangkut kepercayaan kalau orang tua wali murid sepakat sesuai surat pernyataan maka dipastikan siswa bisa mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah tapi kalau tidak berkenan dapat melalui Daring,” pungkasnya.

Uji coba pembelajaran secara tatap muka di Kabupaten Mojokerto tersebut sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur. Jika tiga sekolah sebagai pilot project dalam pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka secara langsung sukses maka nantinya secara otomatis akan diikuti oleh sekolah lainnya.

Yakni sesuai
Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri untuk membuka sekolah pada masa pandemi Covid-19. Yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar