Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Ada 2 Daerah di Ponorogo yang Berstatus Zona Hijau PMK

Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo Masun. (Foto/Dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk menekan penyakit mulut dan kuku (PMK) nampaknya sedikit membuahkan hasil.

Data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo, tercatat ada 2 kecamatan di bumi reog yang statusnya zona hijau dari PMK. Yakni Kecamatan Ngebel dan Kecamatan Ngrayun.

“Ada 2 Kecamatan di Ponorogo yang saat ini berstatus zona hijau PMK, yakni Kecamatan Ngebel dan Kecamatan Ngrayun,” kata Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo, Masun, Senin (25/7/2022).


Masun menganalisis zona hijau untuk Kecamatan Ngebel dan Kecamatan Ngrayun, karena mobilitas ternak yang rendah. Apalagi di Kecamatan Ngebel, yang tidak ada ternak untuk sapi perah. Aktivitas perdagangan pun disana juga tidak tinggi. Beda dengan Kecamatan Pudak, yang hampir ada setiap harinya. Pedagang dari luarkota masuk ke daerah yang berada di timur Ponorogo tersebut.

“Bahkan indikasi adanya PMK di Kecamatan Pudak dari ternak luarkota,” ungkap Masun.

Analisis kedua, kata Masun mencerminkan bahwa peternak-peternak di 2 Kecamatan itu semakin sadar, dan menerapkan protokol kesehatan ternak. Dia berharap kecamatan-kecamatan lain di bumi reog bisa mencontoh 2 kecamatan tersebut.

“Bio security dan bio safety mungkin sudah diterapkan disana. Tugas kita untuk melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada para peternak,” pungkasnya.

Update terakhir kasus PMK di Kabupaten Ponorogo, tercatat tanggal 22 Juli 2022, jumlah kasus sapi terpapar PMK sebanyak 10.974 ekor. Dengan angka kesembuhan mencapai 2698 ekor dan sapi yang mati ada 285 ekor. Sementara sapi yang dilakukan pemotongan bersyarat mencapai 390 ekor. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev