Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Ada 100-an SD Negeri di Ponorogo yang Alami Rusak Sedang dan Berat

SDN 2 Karangpatihan di Kecamatan Pulung yang mengalami kerusakan.(foto/Dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Selain sekolah dasar (SD) Negeri 2 Karangpatihan di Kecamatan Pulung, ternyata di bumi reyog masih ada banyak SD yang mengalami kerusakan. Sedikitnya ada 100 SD Negeri yang saat ini rusak. Kerusakannya pun bervariatif, ada yang rusak tingkat sedang hingga rusak tingkat berat.

“Dari 558 SD Negeri di Ponorogo, ada 100an yang mengalami kerusakan, dari tingkat rusak sedang sampai berat,” kata Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Imam Muslihin, Jumat (21/1/2022).

Dari jumlah 100an itu, sekolah yang mengalami kerusakan tingkat berat ada sekitar 10 persennya, sisanya rusak sedang. Dindik Ponorogo, kata Imam sebenarnya sudah melakukan pengajuan perbaikan untuk yang rusak tersebut, namun karena keterbatasan anggaran perbaikannya tidak bisa serentak semuanya. Perbaikan menyesuaikan anggaran dan menerapkan skala prioritas. Diamana yang benar-benar rusak parah, untuk segera diperbaiki. “Untuk SDN 2 Karangpatihan itu sudah kita ajukan dua kali, kriterianya masuk tetapi dananya belum mencukupi,” ungkapnya.

Untuk diketahui, tahun 2022 ini ada 20 sekolah yang rencananya akan direhab dengan dana alokasi khsusus (DAK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan (Kemendikbud) Riset, dan Teknologi (Ristek) Republik Indonesia.

Anggaran yang disiapkan untuk 20 sekolah itu sebanyak Rp 8 miliar. Setiap sekolah nominal bantuannya tidak sama. Sebab, setiap rehabnya satu sekolah beda dengan sekolah lain. Ada yang dapat rehab ruang kelas, ruang perpustakaan, dan ruang kamar mandi, ada juga sekolah yang hanya dapat rebah ruang kelas saja.

Sedangkan yang diusulkan lewat pendanaan Da Alokasi Umum (DAU) tahun ini hanya digunakan untuk melakukan rehab di dua SD. Yakni SDN 3 Temon Kecamatan Ngrayun dan SDN 2 Krebet di Kecamatan Jambon. Untuk perbaikan dua sekolah tersebut, DAU yang akan dikucurkan jumlahnya mencapai Rp 700 juta.

“Untuk SDN 3 Temon yang beberapa waktu lalu diterjang longsor sebanyak Rp 200 juta, sedangkan sisanya Rp 500 juta untuk perbaikan di SDN 2 Krebet. Di Krebet memang rusak parah, ada 3 kelas yang saat ini ambruk,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar