Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Achievement Motivation Training SMP Al Falah Deltasari Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Memasuki hari ke-4 Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SMP Al Falah Deltasari Sidoarjo menggelar kegiatan AMT (Achievement Motivation Training), Kamis (21/7/2022). Kegiatan AMT yang diikuti oleh seluruh siswa baru kali ini dipandu para instruktur dari Tim Pembina Pramuka.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenali potensi diri siswa baru, juga untuk menumbuhkan motivasi, semangat dan cara belajar efektif sebagai siswa baru di jenjang SMP. Hal ini sangat penting, mengingat para siswa baru saja masuk ke dunia SMP yang berbeda dengan dunia jenjang pendidikan mereka sebelumnya. Siswa SMP lebih mandiri dibandingkan dengan siswa jenjang SD atau yang sederajat.

Melalui AMT, para siswa dibimbing untuk bisa mengembangkan nilai karakter dan softskill yang dapat diterapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar dan menjalani kehidupan.


Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB dan berakhir pukul 15.00 WIB itu dibuka oleh Kepala SMP Al Falah Deltasari Kusmanto. Dalam sambutannya ia berpesan kepada para siswa baru untuk mengikuti kegiatan AMT ini dengan niat menuntut ilmu kehidupan.

“Jadikan AMT ini sebagai proses belajar awal sebelum kalian mengikuti proses belajar mengajar di kelas. Insya Allah setelah AMT ini membuat kalian lebih bersemangat dan mendapatkan keberkahan ilmu kelak setelah dewasa,” kata Kusmanto.

Diawali dengan berkumpul di ballroom SMP Al Falah Deltasari, peserta didik dibagi menjadi 8 kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 8 siswa. Kegiatan pertama adalah latihan baris-berbaris dan membuat yel-yel kelompok.

Selanjutnya para siswa memasuki beberapa sesi fun game. Pada sesi pertama, ada empat fun game, yaitu Puzzel Dasadharma, Human Brigede, Bola Keyakinan, dan Pulau Buta. Pada permainan puzzle, para siswa diminta menyusun puzzle gambar yang berkaitan dengan kepramukaan. Sedangkan pada game human brigede dua pasang peserta masing-masing memegang dua tongkat yang digunakan sebagai jembatan sampai ke finish dan sisanya sebagai penyeberang.

Sementara itu, dalam permaianan pulau buta mata peserta di tutup. Mereka diberi misi untuk mencari koin yang sudah disebar dan ranjau-ranjaunya adalah gelas diisi air. Sedangkan pada permainan bola keyakinan, tiap peserta dalam kelompok bergandengan tangan, peserta paling depan diberi misi untuk mengambil bola di atas botol tanpa melewati garis dan tetap bergandengan. Jika lolos, peserta pertama kembali ke belakang dilanjutkan peserta kedua diberi misi untuk mengembalikan bola kembali ke asalnya.

Pada sesi kedua, ada empat game, yaitu: Cross Island, Winner Castle, Bola Bergulir, dan Candle Selt. Pada game cross island, tiap kelompok diberikan 4 banner yang digunakan untuk menyeberang start hingga finish tanpa keluar dari banner. Game winner castle membagi peserta masing-masing bertugas untuk menjadi tanda kelompok, penjelajah dan penunjuk arah. Sedangkan peserta yang lain diberi misi untuk mengecoh kelompok lawan agar menggagalkan misi.

Sementara itu untuk permainan bola bergulir tiap peserta menggunakan kertas HVS dan bersusun untuk menggulirkan bola hingga finish. Dan pada game candle selt satu kelompok diberikan lilin yang bertugas untuk menjaga agar tidak padam sampai di garis finish dengan tujuan untuk menjatuhkan bendera lawan, sedangkan kelompok lawan bertugas memadamkan lilin lawan lainnya dengan menggunakan kipas tangan.

Pada setiap akhir permainan para siswa diajak merefleksikan hasilnya. Hampir setiap siswa mengungkapkan pentingnya kerja sama, saling mendukung dan saling percaya, kekompakan, dan semangat untuk menyelesaikan misi kelompok yang sudah ditetapkan. [but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar