Pendidikan & Kesehatan

Acara Wisuda di UNAIR Berlangsung Haru, Ini Penyebabnya

Surabaya (beritajatim.com) – Prosesi Wisuda Periode Maret 2019 Universitas Airlangga (UNAIR) diwarnai dengan keharuan yang mendalam oleh para sivitas akademika. Salah seorang wisudawan tak bisa menghadiri prosesi karena lebih dulu dipanggil oleh yang Maha Kuasa.

Wisudawan itu atas nama Miranti Candrarisna dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 011217017340.
Miranti tercatat sebagai mahasiswa program studi ilmu kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga angkatan 2012.

Jenjang pendidikannya adalah S3. Miranti lahir di Surabaya pada 13 Desember 1971.

Dalam menyelesaikan studi S3-nya, Miranti membuat disertasi penelitian dengan fokus tentang mekanisme anti-toksoplasma dengan ekstrak etanol kulit manggis. Bagi keluarga, Miranti Candrarisna merupakan sosok istri dan ibu yg baik bagi anak-anak2. Hal itu diungkapkan Saud Tua Marpaung selaku suami almarhumah.

Saud berkisah, istrinya meninggal secara tiba-tiba. Saat pagi ketika hendak dibangunkan dari tidurnya, Miranti sudah tak bernyawa. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa istrinya itu tengah sakit. Bahkan, Miranti tak memiliki riwayat penyakit.

”Dia (Miranti Candrarisna, Red) seorang sosok istri dan ibu yg baik bagi anak-anak dan keluarga,” ungkapnya kepada beritajatim.com, Senin (11/3/2019).

Menurut Saud, perjuangan istrinya dalam menempuh program pendidikan S3 tidak mudah. Sejumlah kendala sempat menggangu Miranti Candrarisna meraih gelar doktornya. Salah satunya adalah karena kendala biaya.

”Mungkin jenjangnya (proses pendidikannya, Red) tidak bisa lancar. Perjuangan beliau (Miranti Candrarisna) sangatlah fit dalam menempuh studi,” tutur Saud.

Saud berharap semua hasil pendidikan dan penelitian istrinya dapat turut mengembangkan keilmuan yang ada di Indonesia, khususnya UNAIR. Selain itu, penelitiannya diharapkan mampu menjadi perangsang terhadap penelitian berkelanjutan bagi mahasiswa maupun peneliti yang lainnya.

”Apa yang sudah beliau (Miranti Candrarisna, Red) lakukan dan teliti dalam penelitian ini dapat dimaksimalkan kembali. Saya berharap penelitian ini dapat diteruskan,” imbuhnya.

Saud menerangkan, meski menghadapi sejumlah kendala dalam menempuh pendidikan, Miranti mampu menorehkan prestasi yang membuat keluarganya bangga. Capaian IPK-nya (Indeks prestasi kumulatif) meraih predikat lulus dengan pujian atau cumlaude, yakni 3.90.

”Capaian prestasi ini, bagi kami (keluarga) merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Kami sangat bangga karena IPK beliau ialah 3,90. Ini salah satu pelajaran dan motivasi bagi anak-anak untuk terus berprestasi,” ungkapnya.

Perlu diketahui, Miranti Candrarisna terjadwal mengikuti proses wisuda pada hari kedua, yaitu Minggu (10/3/2019) di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus C UNAIR. Ia terjadwal dikukuhkan menjadi wisudawan oleh Rektor UNAIR Prof. Dr Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., bersama dengan sebanyak 1.185 lulusan lainnya.

Total mahasiswa yang diwisuda oleh Rektor UNAIR Prof. Dr Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., pada periode Maret 2019 itu mencapai 2.306 wisudawan. Perinciannya, pada hari pertama Sabtu (9/3/2019), ada sebanyak 1.121 wisudawan dan pada hari kedua Minggu (10/3/2019) sebanyak 1.185 wisudawan.

Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor UNAIR Prof. Dr Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., mengimbau seluruh wisudawan untuk teguh memegang value atau nilai excellent with morality yang telah menjadi tagline UNAIR meski telah menjadi alumni. Selain itu, alumni mesti memegang teguh tanggung jawab keilmuan untuk senantiasa dikembangkan dan diabdikan kepada masyarakat. Khususnya untuk mengabdi dan membangun kemajuan bangsa serta negara Indonesia.

”Lulusan juga harus berpegang nilai kemandirian dan inovasi agar ke depan mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul,” tuturnya. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar