Pendidikan & Kesehatan

ABG Nongkrong di Bawah Jembatan Suramadu Kena Razia Rapid Test

Sejumlah anak muda yang nongkrong di bawah jembatan Suramadu Surabya langsung rapid test, Minggu (13/9/2020).

Surabaya (beritajatim.com) – Bandel dan nekat bergerombol saat akhir pekan sampai minggu dini hari, 600 lebih muda-mudi di Surabaya jalani rapid tes massal, Minggu (11/9/2020) dini hari.  Dipimpin oleh dua Srikandi Kota Pahlawan, warga pun tertib jalani tes kesehatan ini. Dengan dibantu pengamanan dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan TNI, rapid tes ini pun berjakan lancar.

Dua Srikandi yang memimpin langsung jalannya rapid test massal yang berlangsung di bawah Jembatan Suramadu sisi Surabaya. Kedua Srikandi itu adalah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ganis Setyaningrum.

“Rapid test massal yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya  secara mendadak. Sasarannya seluruh pedagang dan pengunjung yang sedang asyik nongkrong di sekitar bawah Jembatan Suramadu. Sebab setiap akhir pekan selalu ada anak-anak nongkrong ramai dan hanya berkeliling menghabiskan bensin saja,” jelas AKBP Ganis kepada beritajatim.com, Minggu (13/9/2020).

Dari hasil rapid test ini,  setidaknya ada 659 orang lebih kita tes rapid. 23 reaktif . Rapid ini semua merupakan fasilitas pemkot .

Untuk mendukung giat itu, petugas yang terdiri dari Satpol PP, Linmas, beserta Kepolisian dan TNI menutup seluruh akses jalan di lokasi. Pedagang dan pembeli tidak diperbolehkan keluar area sebelum mengikuti rapid test dengan hasil non reaktif.

AKBP Ganis Setyaningrum juga menegaskan, pihaknya bersama jajaran TNI siap mendukung Pemkot Surabaya dalam mengantisipasi dan menekan penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah kegiatan rapid test massal yang berlangsung di bawah Jembatan Suramadu. “Tentunya ini dilakukan dalam rangka untuk bagaimana mengantisipasi dan menekan angka penyebaran Covid-19,” kata AKBP Ganis.

Menurut dia, alasan dipilihnya tempat ini karena memang banyak sekali anak-anak muda yang sedang asyik nongkrong di bawah Jembatan Suramadu. Apalagi, mereka kumpul-kumpul tanpa saling menjaga jarak. “Dan ini perlu dilakukan serentak kepada semuanya. Tadi Ibu wali kota tidak hanya di sini saja. Biar semuanya warga Surabaya ini sehat,” terangnya.

Bagi pengunjung maupun pedagang yang hasil rapid test reaktif, petugas langsung memberikan treatment lanjutan. Mereka selanjutnya diisolasi ke hotel dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab. AKBP Ganis menyebut, bahwa kegiatan seperti ini akan terus berlangsung. Dengan harapan, warga Surabaya disiplin terhadap protokol kesehatan dan mata rantai penyebaran Covid-19 bisa segera diputus.

“Akan kita lakukan secara terus menerus, agar semua masyarakat Surabaya tetap sehat. Malam ini kita secara gabungan, dari Polres, Pomal (Polisi Militer), Koramil dan Satpol PP. Kurang lebih ada 110 an petugas,” pungkasnya.(man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar