Pendidikan & Kesehatan

95 Persen SDN di Ponorogo Tak Penuhi Pagu

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Imam Muslihin. [foto/dok]

Ponorogo (beritajatim.com) – Seperti halnya penerima peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA dan SMP yang dilakukan secara online. Di masa pandemi ini, PPDB SD juga dilakukan secara daring. Nah, Rabu (1/7/2020) kemarin, merupakan pengumuman hasil PPDB online.

Dari pengumuman tersebut, diketahui hanya lima persen dari total SD negeri di Bumi reyog yang pagunya tercukupi. “Jadi ada 95 persen SDN di Ponorogo tidak tercukupi pagunya,” kata Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Imam Muslihin, Kamis (2/7/2020).

Imam menyebut, ada lebih 16 ribu, total pagu dari 569 SDN di bumi reyog. Dari jumlah itu nyatanya hanya lima persen yang bisa memenuhi pagu. Dari pengalaman tahun lalu, per kecamatan rata-rata pagu terpenuhi di masing-masing sekolah hanya 55 persen.

Meski begitu, berdasarkan laporan bahwa ada calon peserta didik baru yang belum mendaftar. “Bagi calon peserta didik yang belum mendaftar, mereka bisa mendaftar via PPDB offline,” katanya.

Dia menyebut PPDB offline digelar sekolah tanpa batas waktu. Bahkan jika hingga tahun ajaran baru dimulai pagunya belum tercukupi, maka sekolah masih bisa menerima calon peserta didik baru. Dengan catatan di SD tersebut pagunya belum terpenuhi.

Lebih lanjut, hasil PPDB online yang rendah ini, kata Imam, di pengaruhi oleh banyak faktor. Sebab PPDB tingkat SD berbeda dengan tingkat SMA. Di tingkat SD, ada saja calon peserta didik yang belum mendaftar sampai jadwal selesai. “Ya kalau gitu masih kami beri kesempatan, bisa memdaftar via offline, ” katannya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar