Pendidikan & Kesehatan

926 Guru Honorer se-Kabupaten Gresik dapat Santunan

Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 926 guru honorer se-Kabupaten Gresik mendapat santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Santunan diberikan kepada guru Madrasah Diniyah (Madin), guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Pemberian santunan ini merupakan pendistribusian Zakat Infaq dan Shodaqoh (ZIS) program Gresik Taqwa.

Sedangkan pendistribusian ZIS Program Gresik Cerdas. Baznas Gresik juga menyalurkan Santunan untuk guru Roaudhlotul Athfal (RA/TK) dan Guru Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) inklusi non PNS.

Santunan ini diberikan secara simbolis oleh Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim di Masjid Al Innabah di Kompleks Kantor Bupati Gresik, Rabu (22/5/2019). Wabup Qosim didampingi oleh Ketua Baznas Gresik Abdul Munif dan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Sutrisno.

Total santunan sebanyak Rp 371 juta. Mereka masing-masing Guru ABK/inklusi non PNS sebanyak 162 orang orang masing-masing mendapat Rp 500 ribu. Guru honorer sebanyak 500 orang menerima Rp 400 ribu serta 300 orang guru TPQ yang menerima santunan Rp 300 ribu.

Ketua Baznas Abdul Munif menyataka santunan ini diberikan kepada penerima dari seluruh wilayah Kabupaten Gresik termasuk di Pulau Bawean. “Penerima bantuan ini adalah guru/pendidik yang mendapat honor hanya beberapa ratus ribu rupiah perbulan. Kami mohon maaf karena dari banyaknya pengajuan, hanya bisa merealisasikan untuk 962 orang. Harapan kami semuanya dapat bantuan. Namun dana yang tersedia tidak cukup,” katanya, Rabu (22/05/2019).

Dia berharap tahun 2019 mendatang penerimaan Baznas Gresik bisa lebih besar dari yang kami targetkan sebesar Rp 8,5 miliar. Perlu diketahui target Baznas Gresik tahun 2018 sebesar Rp. 7,5 miliar, namun terealisasi Rp. 7,7 miliar.

Sementara Wabup M.Qosim menuturkan, dirinya mengapresiasi kinerja Baznas Gresik yang banyak mengalami kemajuan. “Baznas Gresik saat ini menjadi Baznas percontohan nasional. Banyak kabupaten lain luar Gresik yang melakukan studi banding ke sini. Para pengurus Baznas Luar Gresik ini belajar dalam pengelolaan serta penggunaan IT dalam operasional Baznas. Bahkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) didapat dari kantor akuntan publik atas audit laporan keuangan Baznas tahun 2017,” ungkapnya. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar