Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

90 Sapi Sakit PMK di Desa Kayutrejo Ngawi, 3 Ekor Mati

Sapi milik warga Dusun Tanjungrejo, Desa Kayutrejo, Widodaren, Ngawi saat menunjukkan kondisi sapi yang sakit, Rabu (22/6/2022)

Ngawi (beritajatim.com) – Suestri (49) warga Dusun Tanjungrejo, Desa Kayutrejo, Widodaren, Ngawi, Jawa Timur hanya bisa meratap.

Anak sapi umur 10 hari miliknya mati usai sang induk terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Anak sapi yang turut sakit itu akhirnya mati karena sudah susah minum susu.

Total sapi miliknya ada lima ekor, semuanya sakit hampir bersamaan sejak dua minggu terakhir. Dia hanya biza memberikan obat seadanya yakni dengan empon-empon maupun dibuatkan bubur nasi.

Meski tak langsung mengurangi gejala, setidaknya sapi mereka sudah mau makan meski sedikit. Sementara untuk mengobati luka di kuku sapi, mereka melakukan pembersihan kaki sapi.

“Anak sapi kami mati. Awalnya karena indukan sakit, akhirnya anaknya ikut sakit. Terus susah minum susu. Akhirnya mati beberapa hari lalu, masih umur 10 hari,” kata Suestri, Rabu (22/6/2022)

Dia hanya bisa melakukan pengobatan seadanya karena tak tahu harus melaporkan ke mana. Meski dirinya sudsh menceritakan hal itu ke pihak pemerintah desa setempat, namun belum ada kunjungan dari Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi.

Tak hanya Suestri, tetangganya yakni Parti juga mengalami hal serupa. Bahkan, indukan umur sekitar 3 tahun dan tengah hamil 4 bulan mati karena sakit PMK. Indukan itu lantas dikubur di dekat kandang.

“Sudah beberapa minggu lalu sakit. Berliur, kakinya pincang, di kandang ada dua ekor. Yang satu mati sudah kami kubur, kondisi hamil 4 bulan. Kami kubur dekat kandang,” katanya.

Dia menyebut jika total ada sekitar 90 ekor sapi di Dusun Tanjungrejo. Semuanya sakit, dan beberapa dada yang masih menjalani pemulihan dengan pengobatan seadanya dari warga. Mereka mengharap ada perhatian dari Pemkab Ngawi.

“Sudah lama kami mengovati sendiri. Banyak sapi sakit di sini. Beberapa ada yang sudah mau pulih. Tapi kami mengharap ada perhatian lenib dari pemerintah. Kami sudah menanggung kerugian puluhan juta,” katanya. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar