Pendidikan & Kesehatan

90 Persen Lulusan SMK Orientasinya Bekerja

Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) membuka Penyuluhan Bimbingan Jabatan Bursa Kerja Khusus Sistem Antar Kerja dalam jejaring info lowongan kerja Antar Kerja Lokal (AKL), Antar Kerja Antar Daerah (AKAD), Antar Kerja Antar Negara (AKAN), bagi siswa SMK YPM 8 Sidoarjo yang akan memasuki dunia kerja, di SMK YPM 8 Sidoarjo, Rabu (17/3/2021).

Turut hadir sebagai nara sumber Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Dari PT Tjiwi Kimia, Forum BKK SMK Sidoarjo.

Kepala Sekolah SMK YPM 8 Sidoarjo,Dr. Kisyanto, mengatakan bahwa SMK dari tahun ke tahun didorong untuk keperguruan tinggi, namun bukan perguruan tinggi umum, tapi ke Politeknik atau minimal fast track yang dua tahun.

“Anak-anak di sekolah ini hampir di seluruh SMK antara 3 sampai 5 % yang berkeinginan ke perguruan tinggi, 90 % lainnya bekerja, yang berwirausaha sekitar 1 sampai 2%,” ucapnya.

Masih menurut Kisyanto, pihaknya terus menjalin hubungan tanpa henti dari manapun, bahkan sampai ke Solo. Meskipun dunia industry masih belum menerima anak-anak, tapi ia berkomitmen kalau ada peluang langsung dimasukkan ke sana.

“Anak–anak SMK setelah lulus masih terpantau sampai lima tahun. Mengapa dipantau? Karena mereka juga menjadi sumber kami untuk menerima informasi lowongan pekerjaan,” sambungnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo, Dr. Feny Apridawati menjelaskan ini tidak lepas dari komitmen Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, mendudukkan pada posisi pertama menciptakan 100.000 lapangan pekerjaan.

“Dan ditahun 2021 ini DPRD dan Bupati Sidoarjo mensupport penuh program Disnaker khususnya untuk kegiatan BKK ini untuk menciptakan lapangan pekerjaan, guna mengurangi angka pengangguran terbuka,” paparnya.

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) mengungkapkan semua harus mendorong masyarakat Sidoarjo untuk menampilkan dirinya sendiri. Jangan pernah pasrahkan hidup pada investasi. “Jadi investasi kita genjot, tapi upgrade diri ditata,” imbhnya.

Dengan adanya BLK, BKK ini, termasuk pelatihan yang digencarkan disnaker di setiap kecamatan hanya ingin mencari peserta yang baik, lulus kompetensi.

“Kita bekali alatnya supaya bisa berusaha sendiri, sehingga kemudian ada follow up dari pemerintah bukan hanya pelatihannya saja, setelah diberi alat juga pemasarannya,” terang Gus Muhdlor. [isa/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar