Pendidikan & Kesehatan

9 SMP yang Lakukan Uji Coba PTM akan Di-Rapid Test, Ada Apa?

Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 9 SMP di Ponorogo sudah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) selama dua minggu. Akan ada evaluasi terkait uji coba tersebut. Pemkab Ponorogo berencana akan melakukan rapid tes terhadap pengajar maupun siswa di 9 SMP yang menyelenggarakan uji coba PTM tersebut. Kebijakan rapid tes itu dilakukan, bukan karena ada indikasi ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, sebagai acuan diberlakukannya uji coba PTM di semua sekolah.

“Jadi rencananya akan ada rapid tes acak, untuk siswa dan guru di 9 SMP yang melakukan uji coba PTM tersebut,” kata Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Endang Retno Wulandari, Selasa (3/11/2020).

Lebih lanjut, Retno mengungkapkan hasil rapid tes acak nanti akan menentukan kebijakan, apakah akan ada penambahan sekolah yang melakukan uji coba PTM. Kebijakan yang akan dilakukan ini, kata Retno sesuai arahan dari Plt. Bupati Soedjarno. “Karena Ponorogo zona kuning, saya minta izin kepada Bapak Plt. Bupati Soedjarno untuk melakukan uji coba PTM di seluruh SMP. Namun, beliau meminta untuk diadakan rapid tes acak dulu,” katanya.

Untuk melaksanakan rapid tes ini, Retno mengaku akan berkoordinasi dulu dengan Dinas Kesehatan. Dia menyebut jika rapid tes yang akan dilakukan ini hanya sebagai screening awal Covid-19. Jika hasilnya reaktif, belum tentu positif corona. Masih ada tahap pemeriksaan lagi bagi yang hasilnya reaktif. Retno menambahkan dari dua minggu pelaksanaan uji coba PTM ini, secara umum berjalan dengan baik. Tidak ada indikasi kluster sekolah. “Insyaallah pelaksanaan uji coba PTM selama dua minggu ini aman. tidak ada kluster penularan Covid-19 dari sekolah,” pungkasnya.

Adapun 9 sekolah yang mendapatkan izin uji coba PTM yakni, SMPN 1, 2, dan 3 Ponorogo, SMPN 1 Pulung, SMPN 1 Jetis, SMPN 1 Balong, SMPN 1 Jenangan, SMPN 1 Badegan dan SMP Terpadu (swasta). (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar