Pendidikan & Kesehatan

9 Pegawai dan 5 Warga Binaan Lapas Klas IIB Mojokerto Positif Covid-19

Kepala Lapas Klas IIB Mojokerto, Wahyu Susetyo. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak sembilan pegawai dan lima warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto dinyatakan positif Covid-19. Ke-14 orang pegawai dan lima orang warga binaan tersebut langsung menjalani isolasi mandiri.

Sebanyak 14 orang pegawai dan lima orang warga binaan tersebut diketahui positif setelah hasil rapid test pada tanggal 13 Agustus lalu dinyatakan reaktif. Dari 85 pegawai Lapas Klas IIB Mojokerto yang menjalankan rapid test, sebanyak 16 orang pegawai dinyatakan reaktif.

ke-16 orang pegawai tersebut langsung menjalani uji swab dengan hasil sembilan orang positif. Sementara dari 647 orang warga binaan Lapas Klas IIB Mojokerto, sebanyak lima orang dinyatakan reaktif setelah dilakukan rapid test massal. Hasil swab menyatakan kelimanya positif.

Kepala Lapas Klas IIB Mojokerto, Wahyu Susetyo mengatakan, sembilan orang pegawai tersebut yakni empat penjaga, satu perawat dan empat staf. “Untuk 5 warga binaan yang positif, yakni 2 orang tahanan dan 3 orang narapidana, 1 orang kasus penipuan dan 4 orang kasus narkoba,” ungkapnya, Senin (24/8/2020).

Masih kata Wahyu, pasca diketahui reaktif dan sebelum dilakukan uji swab, seluruhnya dilakukan isolasi mandiri. Sebanyak sembilan orang petugas, diisolasi di rumah dinas yang terletak di depan Lapas Klas IIB Mojokerto, sedangkan lima orang warga binaan di isolasi di ruang khusus di dalam Lapas Klas IIB Mojokerto.

“Semuanya tanpa gejala, OTG. Sebelum diketahui positif, pasca diketahui reaktif dari hasil rapid test langsung kita lakukan isolasi mandiri. Ini hari ke-11 jadi belum ada yang kembali bekerja bagi yang pegawai. Untuk warga binaan, kasus lama dan semuanya berjenis kelamin laki-laki,” katanya.

Wahyu menambahkan, pihaknya menduga sebanyak 14 orang baik pegawai maupun warga binaan tersebut positif dari keluar masuk petugas Lapas Klas IIB Mojokerto. dan juga makanan yang dikirim oleh keluarga warga binaan untuk warga binaan di dalam Lapas Klas IIB Mojokerto.

“Kunjungan keluarga warga binaan sudah tidak ada, tapi untuk yang nitip makanan masih kita terima. Mungkin itu bisa jadi celah masuknya virus ini. Tapi bisa jadi virus itu masuk lewat petugas kita sendiri, karena mereka yang bebas berinteraksi diluar Lapas. Kan kita tidak tahu,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Lapas Klas IIB Mojokerto, pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintahan Kota (Pemkot) Mojokerto dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto. Rencananya, akan ada sebanyak 45 orang yang warga binaan yang akan di rapid test karena diketahui pernah memiliki kontak erat dengan yang bersangkutan.

Saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Kelas IIB sebanyak 647 orang dengan kapasitas yang seharusnya sebanyak 344 warga binaan. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar