Pendidikan & Kesehatan

8 Mahasiswa Bidikmisi Dilantik Jadi Dokter FK Unair

Surabaya (beritajatim.com) – Hari ini, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya melantik 209 Dokter Umum, Kamis (24/9/2020). Sebanyak 8 di antaranya adalah mereka yang menerima Bidikmisi.

Dilantik dan disumpah langsung oleh Dekan FK Unair Prof Soetojo Wirjopranoto seremonial ini berlangsung khidmat meski dilakukan secara offline dan online.

“Mereka sudah ujian kompetensi mahasiswa profesi dokter tapi sempat tertunda selama 3 bulan, makanya ini harus segera diambil lafal sumpahnya agar bisa segera melakukan pelayanan dan pengabdian,” ujar Prof Soetojo.

Dari 8 Dokter yang menempuh kuliah melalui Bidikmisi, 2 diantaranya membagikan kisahnya, yakni Ewin Wulandari dan Ria Setyawati. Dilahirkan dari background keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah, Ewin dan Ria sama sama anak dari seorang supir. Ayah Ewin merupakan sopir taxi sedangkan ayah Ria merupakan sopir angkut carteran.

Menariknya, dengan latar belakang non pendidikan tinggi, Ewin mampu membuktikan diri bahwa siapapun bisa sukses dan bercita cita tinggi. Memiliki cita cita jadi seorang dokter, Ewin sudah membagun langkah pasti, ia bahkan sudah menyiapkan diri sejak SMA dengan selalu memastikan bahwa nilai rapornya selalu baik dengan grafik nilai yang selalu naik.

“Saya sudah putuskan mau jadi dokter sejak SMA, jadi saya genjot nilai rapot saya, saya juga selalu mengikuti lomba lomba yang diadakan Unair dan belajar keras agar lolos SNMPTN. Alhamdulillah semua usaha saya membuahkan hasil,” ujar Ewin, gadis asal Jombang ini.

Ewin pun mengatakan kedua orang tuanya sangat terharu saat dirinya diterima jadi mahasiswa FK Unair, 6 tahun lalu. Ia pun mengaku bahwa motivasinya adalah kakak kandungnya yang dulunya juga mahasiswa Bidikmisi Fakultas Psikologi dan sekarang menempuh S2 dengan beasiswa yang sama.

“Kakak saya bisa bahkan sampai S2, saya juga harus bisa. Saya pun juga ingin lanjut Spesialis dengan beasiswa nanti kalau sudah intership,” tukasnya dengan penuh keyakinan.

Sama halnya, Ria, ia juga mengaku ingin meneruskan karir dan studinya ke jenjang spesialis. Ria mengatakan bahwa ia akan masuk ke spesialis Obgyn atau kandungan. Ia juga menuturkan bahwa apa yang dia raih ini adalah hal yang sangat berarti baginya.

“Alhamdulillah, kuliah dokter 6 tahun, semua biaya kuliah ditanggung Bidikmisi, kami hanya mengupayakan kebutuhan pribadi kami, seperti buku dan alat praktek pribadi. Untuk itu kami pun membuat prioritas, mana yang akan paling di butuhkan dan dipakai jangka panjang lah yang akan kami beli dulu, yang lain lain, seperti buku semester atau modul mudul, biasanya kami fotocopy, cari ebooknya atau bahkan pinjem kakak kelas,” terang gadis asal Tuban ini. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar