Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Malaysia Healthcare Tawarkan Layanan Berobat Dengan Transparansi Biaya

Surabaya (beritajatim.com) – Meskipun pandemi belum sepenuhnya usai, layanan kesehatan luar negeri mulai membidik pasar Indonesia. Salah satunya Malaysia Healthcare yang kembali menawarkan sejumlah layanan medical mereka.

Menurut Direktur Malaysia Healthcare Indonesia, Farah Delah Suhaimi saat Malaysia masih ditutup pun, permintaan layanan medik ke Malaysia tetap banyak.
Selain berobat ke Singapura, negara Malaysia pun menjadi pilihan pengobatan bagi sebagian masyarakat Indonesia.

“Tapi tidak menyaingi rumah sakit yang ada di Indonesia. Tetapi pengobatan di Malaysia bisa menjadi pilihan bagi masyarakat,” kata Farah dalam Malaysia Healthcare Virtual Press Conference, Jumat (10/9/2021).

Untuk mencari second opinion itu, masyarakat Indonesia tidak perlu jauh ke negara Eropa atau Amerika. Karena Malaysia yang jaraknya sangat dekat bisa memberikan pengobatan yang sama canggihnya dengan di Eropa bahkan Amerika

Hal yang sama diungkapkan oleh Mohd Daud Mohd Arif, Chief Executive Officer Malaysia Helthcar Travel Council (MHTC) animo masyarakat Indonesia untuk berobat di Malaysia cukup besar. Di 2019 mencapai 700 ribu atau 60 persen dari total pasien yang berobat.

“Tentunya ini bukan angka yang sedikit. Potensinya sangat besar,” ungkap Encik Daud panggilan akrabnya.

Selain itu, masyatakat Indonesia merasa berobat ke Malaysia bisa lebih mudah. Karena kondisi geografis yang sama, bahasa yang sama serta semua hal hampir serumpun. Sehingga lebih memudahkan untuk berkomunikasi dengan para dokter dan staf kesehatannya.

Malaysia Healthcare sendiri juga memberikan kemudahan-kemudahan bagi warga asing untuk berobat. Terutama terkait biaya.

“Karena kami akan memberi tahu dulu berapa biaya yang harus disiapkan. Sehingga pasien dan keluarganya bisa siap. Bukan datang ke Malaysia terus biaya tidak diketahui di awal, pasien bisa kaget,” sela Farah.

Malaysia Healthcare berada di bawah Kementerian Kesehatan Malaysia. Kualitas dan kuantitas layanan kesehatan sangat dijaga sehingga tak mengherankan tidak semua rumah sakit di Malaysia bisa bergabung di dalamnya.

Bahkan dikatakan Farah dari 200 rumah sakit di Malaysia, hanya 73 rumah sakit yang bisa bergabung dan bisa melayani pasien-pasien dari luar Malaysia.

“Apalagi di masa seperti sekarang penerapan protokol kesehatan sangat kami kedepankan. Masyarakat di luar Malaysia yang akan berobat harus melakukan berbagai macam tes sebelumnya yang menyatakan negative Covid-19. Bahkan sebelum dilakukan pengobatan di rumah sakit yang dituju, harus karantina dulu selama dua minggu. Kami ingin memastikan semua aman,” tandas Farah.[rea]


Apa Reaksi Anda?

Komentar