Pendidikan & Kesehatan

7 Persen Pasien Positif Covid-19 adalah Anak-anak

Surabaya (beritajatim.com) – Angka terjangkit virus Covid-19 saat ini masih terus bertambah. Anak anak dan balita juga rentan terserang virus ini. Terlebih lagi penyakit ini dinyatakan oleh WHO akan terus ada tetapi vaksin belum ditemukan.

Dr. Andriyanto, SH, MKes. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Pemprov Jatim mengatakan bahwa jumlah anak secara nasional yang positif terjangkit virus Covid-19 sebanyak 7 persen.

“Sedangkan untuk di Jatim per 31 Mei sebanyak 375 anak terpapar virus Covid-19. Nah 375 ini menyumbang ke Nasional sebanyak 8 persen,” ujar Dr Andriyanto kepada beritajatim.com, Rabu (3/6/2020).

Di Surabaya sendiri per 31 Mei, terdapat 127 anak yang terpapar Covid-19. Angka positif pada anak ini menunjukkan bahwa anak juga rentan terserang virus Covid-19, padahal sebelumnya disebutkan bahwa virus ini susah menyerang anak anak. Terkait hal itu, Dr Andriyanto mengatakan bahwa faktor pola asuh dan lingkungan lah yang bertanggung jawab.

“Benar kekebalan tubuh anak jauh lebih baik dan virus susah menjangkiti anak-anak, tetapi keluarganya terlalu dekat memberikan pola asuh kepada anaknya, bukan karena temannya,” ungkapnya.

Dengan kedekatan pola asuh tersebut, keluarga yang orang tuanya tidak sadar bahwa dirinya OTG (Orang Tanpa Gejala) atau ODP (Orang Dalam Pantauan) tanpa sengaja menulari anaknya.

“Pada dasarnya anak bisa saja tidak tertular, tetapi karena kedekatan yang terjalin dengan orang tua OTG sangat intens disitulah dose respon. Ada dosis merespon transmisi yang terus menerus diberikan sehingga akhirnya anak jadi ikut tertular,” terang Dr Andriyanto.

Selain terjadinya dose respon, penerapan protokol kesehatan juga tidak ketat diterapkan pada anak, seperti penggunaan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, meminimalisir berkerumun juga menjadi faktor banyak nya anak yang terjangkit Covid-19.

Sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Pemprov Jatim, Dr Andriyanto mengatakan bahwa upaya untuk mencegah transmisi pada anak adalah dengan penerapan Law Enforcement diperkuat.

“Saya bisa mengatakan bahwa di Indonesia ini penerapan Law Enforcement ini kurang. Harusnya jika ada anak yang ke pasar atau ke pusat keramaian karena diajak orang tuanya itu dilarang betul, anak tidak pakai masker orang tuanya kena sanksi. Sehingga orang tua tahu, kenapa si anak tidak boleh dibawa ke pasar, kenapa harus pakai masker dan sebagainya,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa perlu ada sanksi yang tegas kepada orang tua yang lalai membawa anaknya ke pusat keramaian tanpa suatu kegawat daruratan. Penerapan protokol kesehatan pada anak juga harus benar benar ditegakkan.

“Ini analisis kita, tingginya anak yang terinfeksi di Jatim itu perlu adanya law enforcement. Kita harus lindungi anak anak kita,” pungkasnya. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar