Pendidikan & Kesehatan

7 Gedung Baru Diresmikan, Unesa Menuju Kampus Internasional

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) hari ini meresmikan tujuh gedung baru penunjang akademik, Rabu (20/2/2019). Ini adalah langkah yang diambil UNESA menapaki jalan menuju kampus berkualitas Internasional.

Pembangunan yang dimulai sejak 5 tahun lalu hari ini diresmikan langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. Mohamad Nasir, Ph.D. Dalam sambutannya sekaligus melaporkan kepada Menristekdikti, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes, Rektor, menyatakan butuh waktu satu tahun lima bulan sejak proses ground breaking 21 Juli 2017 lalu untuk merealisasikan proyek 7in1 senilai Rp. 300 Miliar yang didanai langsung oleh Loan Islamic Develompent Bank (IsDB) tersebut.

Ia menyebut capaian ini berkat kerja sama, kerja ikhlas, dan kerja keras tanpa kenal lelah dari semua jajaran.

“Hasilnya, bisa dilihat hari ini dan sudah bisa dimanfaatkan dalam peningkatan kualitas pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya

Tujuh gedung baru tersebut, dibangun di dua tempat yang berbeda. Dua gedung di Kampus Ketintang yakni Gedung Laboratorium Teknologi dan Kewirausahaan dan Gedung Laboratorium Sains. Nurhasan menyatakan dua gedung baru yang berpusat di Kampus Ketintang tersebut diharapkan menjadi pusat pengembangan sains dan teknologi. Sebagai tempat lahirnya sejuta publikasi ilmiah yang berkualitas dan inovasi-inovasi sains dan teknologi tanpa batas.

“Publikasi Unesa harus memenuhi ruang literasi bangsa. Pun Inovasi Unesa harus mempu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat kini dan nanti,” tegasnya.

Sementara, lima gedung yang dibangun di area Kampus Lidah adalah Gedung Continuing Program Developmen (CPD), Gedung Fakultas Seni dan Desain, Gedung Student Center, Gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Luar Biasa (PLB), dan Gedung Perpustakaan. Mantan Dekan Fakultas Ilmu Olahraga ini menggaris bawahi yang terakhir sebagai gedung sangat esensial. Gedung Perpustakaan yang menjadi perpustakaan utama yang dirancang dengan konsep digital serta mendukung e-learning.

Ia berharap transformasi digital dalam sistem pembelajaran dan akses perpustakaan tersebut dapat semakin memaksimalkan peran Unesa dalam menghadapi tantangan jaman yang semakin kompleks di era Revolusi Industri 4.0. Juga, sekaligus semakin memperluas program pelayanan Unesa kepada masyarakat.

Pada akhirnya, Ia berharap, dengan sarana dan prasaran baru tersebut, Unesa dapat semakin baik menyediakan layanan pendidikan yang prima dan optimal ke depannya. Penyelenggaraan pendidikan yang semakin berkualitas dan menghasilkan lulusan yang siap berkompetisi dan berkolaborasi dalam menjawab kebutuhan dan tantangan jaman yang semakin kompleks.

“Tentu, gedung tersebut, merupakan salah satu upaya dari sekian banyak upaya peningkatakan mutu penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi yang berdaya saing baik nasional lebih-lebih Internasional. Unesa harus menjadi pusat pengembangan literasi dan sebagai wadah lahirnya sejuta inovasi anak negeri. Sebagai pusat pewarisan kearifan lokal budaya bangsa. Sebagai pusat pengembangan sains dan teknologi. Sebagai jujukan kampus ramah disabilitas. Dan sebagai pusat penamanan dan pengembangan karakter generasi yang selaras dengan nilai agama, masyarakat, dan bangsa,” tutupnya

Selain untuk pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, Dana Loan Islamic Development Bank juga digunakan untuk melengkapi peralatan laboratorium, koleksi buku, pengembangan SDM melalui kesempatan pendidikan S3 dan pelatihan dan pengembangan metode pembelajaran daring atau e-learning.

Sementara Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi, Prof Mohammad Nasir mengucapkan selamat kepada civitas akademika Unesa atas terwujudnya gedung baru. Ia berharap gedung baru akan membuat Unesa meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan pembelajaran.

“Mudah-mudahan pemanfaatannya dapat mendukung upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia,” terangnya.[adg/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar